Sebanyak 16 orang lanjut usia tewas dalam kebakaran panti jompo di Manado – 'Terbayang-bayang teman yang tak tertolong'

Seorang penyintas kebakaran di Panti Werdha Damai sedang dievakuasi saat kebakaran terjadi.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Seorang penyintas kebakaran di Panti Werdha Damai sedang dievakuasi saat kebakaran terjadi.
Waktu membaca: 7 menit

Sedikitnya 16 orang lanjut usia (lansia) meninggal dunia setelah kebakaran melanda sebuah panti jompo di Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (29/12) malam. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran.

Belasan lansia penyintas kebakaran Panti Jompo Werdha Damai di Kota Manado, kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Di balik luka fisik dan trauma psikis yang mendalam, para penghuni panti mengenang detik-detik mencekam saat api melahap pondok mereka di malam hari.

Rolin Rumeen terjaga dari tidurnya pada Minggu malam. Perempuan berusia 64 tahun itu awalnya mengira seseorang sedang membakar sampah di luar.

Namun, warna merah yang memantul di dinding kamarnya tampak terlalu pekat untuk sekadar api kecil.

"Saya lihat, kok semerah begitu api? Begitu saya tengok, aduh, api sudah besar," kenang Rolin saat ditemui di RSUD Kota Manado.

Ia kemudian menyelamatkan diri keluar dari kamarnya "pakai tongkat".

"Keluar sendiri," kata Rolin yang punya riwayat stroke.

Saat itu, ia mengatakan semua penghuni panti terlihat panik dan menyelamatkan diri masing-masing.

Ia mengenang teman-temannya "yang tak tertolong" sebagai rekan "main domino kalau malam".

"Terus terbayang-bayang," katanya.

Rolin Rumeen, penyintas kebakaran panti jompo Werdha Damai di Kota Manado, mengatakan awalnya mengira ada orang membakar sampah. Ia keluar kamar dengan menggunakan tongkat.

Sumber gambar, Rahman Muchtar

Keterangan gambar, Rolin Rumeen, penyintas kebakaran panti jompo Werdha Damai di Kota Manado, mengatakan awalnya mengira ada orang membakar sampah. Ia keluar kamar dengan menggunakan tongkat.

Rolin adalah satu dari belasan lansia yang saat ini dirawat di RSUD Kota Manado.

Direktur RSUD Kota Manado, dokter Hesky Lintang, mengonfirmasi menerima total 14 pasien sejak Senin (29/12) pagi.

Beberapa pasien telah kembali, dan dalam masa transit.

"Pada umumnya dalam kondisi stabil, baik," kata Hesky.

Ia juga mengatakan salah satu pasien mengalami "luka bakar 30%" dan masih dalam perawatan intensif.

Pemerintah Kota Manado telah menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan para korban hingga pulih.

Belum ada kepastian relokasi

Di koridor rumah sakit, suasana haru terasa saat kerabat dan keluarga korban mulai berdatangan. Mereka memberikan dukungan.

Bagi Rolin, yang sudah sembilan bulan tinggal di panti tersebut, masa depan kini tampak kabur.

Saat ditanya mengenai rencana selanjutnya setelah keluar dari rumah sakit, Rolin hanya bisa memasrahkan nasibnya kepada pemerintah.

"Belum tahu [mau ke mana]. Tergantung pemerintah saja nanti bagaimana," katanya singkat.

Direktur RSUD Kota Manado, dokter Hesky Lintang (kanan) mengkonfirmasi pihaknya telah merawat 14 pasien sejak Senin pagi (29/12).

Sumber gambar, Rahman Muchtar

Keterangan gambar, Direktur RSUD Kota Manado, dokter Hesky Lintang (kanan) mengkonfirmasi pihaknya telah merawat 14 pasien sejak Senin pagi (29/12).

Insiden yang menewaskan 16 orang ini menjadi salah satu kebakaran paling mematikan di Kota Manado, Sulawesi Utara, dalam beberapa tahun terakhir.

Kebakaran terjadi di panti jompo atau Panti Werdha Damai, yang berlokasi di Kelurahan Ranomuut, Lingkungan Tujuh.

Selain korban jiwa, tiga penghuni lainnya mengalami luka bakar serius, menurut petugas. Mereka saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 20.25 Wita dan dengan cepat melahap sebagian besar bangunan panti yang dihuni para lansia.

Rolin Rumeen (kanan) bersama sejumlah rekannya yang selamat dari insiden kebakaran di Panti Jompo Werdha Damai Kota Manado sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Sumber gambar, Rahman Muchtar

Keterangan gambar, Rolin Rumeen (kanan) bersama sejumlah rekannya yang selamat dari insiden kebakaran di Panti Jompo Werdha Damai Kota Manado sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Banyak korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri karena kondisi fisik yang terbatas.

Sampai Senin (29/12) pagi, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang diperkirakan menyebabkan kerugian materiil mencapai Rp1 miliar.

Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Utara melakukan proses identifikasi 16 korban kebakaran Panti Werdha Damai.

"Saat ini tim sedang melakukan proses identifikasi seluruh korban meninggal dunia di RS Bhayangkara Polda Sulut hingga diketahui identitas lengkap dan dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga," kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan di Manado, Senin (29/12).

'Ada suara minta tolong' – kesaksian warga

Warga bernama Steven Mokodompit menceritakan saat ikut mengevakuasi korban, seperti dilaporkan Detik.com.

Steven mengaku tiba di lokasi kejadian pada Minggu (28/12) sekitar pukul 20.00 Wita.

Saat itu api sudah membara. Steven bersama sejumlah warga lain berusaha menyelamatkan penghuni panti.

"Jadi kami berusaha evakuasi yang masih bisa diselamatkan di bagian belakang," katanya kepada wartawan, dilansir detikSulsel, Senin (29/12).

Panti jompo, manado, kebakaran

Sumber gambar, Fistel Mukuan/detikcom

Keterangan gambar, Sisa-sisa reruntuhan bangunan panti jompo 'Damai' di Manado usai dilalap api.

Steven dan warga berhasil menyelamatkan enam orang dari dalam panti melalui areal belakang.

Namun, beberapa saat kemudian satu di antaranya meninggal dunia diduga kehabisan oksigen.

"Dari enam orang yang kami selamatkan, satu orang sudah meninggal kehabisan oksigen," ungkapnya.

Steven berkata proses evakuasi berlangsung dramatis, karena menggunakan alat seadanya.

Manado, kebakaran, panti jompo

Sumber gambar, ANTARA/HO-Polda Sulut

Keterangan gambar, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Utara melakukan proses identifikasi 16 korban kebakaran Panti Werda Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado, Sulawesi Utara, Senin (29/11).

Warga memanfaatkan meja dan tangga yang ada di lokasi untuk mengevakuasi korban melalui tembok belakang.

"Kami evakuasi lewat pagar setinggi tiga sampai empat meter pakai meja disusun dan tangga," sebutnya.

Saat itu, Steven mengaku mendengar suara ledakan. Dia juga mendengar suara teriakan minta tolong dari dalam panti.

"Saat evakuasi ada bunyi ledakan di bagian dapur. Selain itu ada yang berteriak minta tolong kemungkinan kepanasan atau asap," ungkapnya seperti dilaporkan Detik.com.

Kronologi kejadian dan upaya pemadaman

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Manado, Jimmy Rotinsulu, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada Minggu (28/12) malam, pukul 20.31 Wita, hanya beberapa menit setelah api pertama kali terlihat.

"Begitu menerima laporan, kami segera mengerahkan enam unit armada ke lokasi kejadian," kata Jimmy Rotinsulu kepada wartawan.

Panti jompo, manado, kebakaran

Sumber gambar, Dok. Kolase Tribun Manado/Kompas.com

Keterangan gambar, Panti jompo 'Damai' di Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara, terbakar pada Minggu (28/12) malam.

Lokasi panti berada di kawasan permukiman padat, yang sempat menyulitkan akses kendaraan pemadam.

Petugas membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mengendalikan api, sebelum akhirnya dinyatakan padam sepenuhnya pada sekitar pukul 21.30 Wita.

Namun, setelah api berhasil dipadamkan, petugas gabungan menemukan pemandangan memilukan.

Sebanyak 16 penghuni panti ditemukan meninggal dunia di dalam bangunan yang telah hangus terbakar.

Evakuasi korban

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, kepolisian, serta tenaga medis.

Seluruh jenazah korban meninggal dunia telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Panti jompo terbakar, Manado

Sumber gambar, Fistel Mukuan/detikcom

Keterangan gambar, Kondisi bangunan Panti Jompo atau Panti Werdha Damai Manado hangus terbakar.

Sementara itu, tiga korban selamat yang mengalami luka bakar berat segera dilarikan ke fasilitas kesehatan.

Mereka kini dirawat intensif di RSUD Manado dan Rumah Sakit Awaloei Manado.

Pihak rumah sakit menyatakan kondisi korban luka masih dalam pengawasan ketat tim medis.

Penyelidikan polisi

Aparat kepolisian mulai mengumpulkan sejumlah barang bukti dari puing-puing panti jompo di Kelurahan Ranomuut, Kota Manado.

Ini dllakukan guna mengungkap penyebab kebakaran maut yang menelan 16 korban jiwa pada Minggu (28/12) malam.

Tim gabungan dari Polresta Manado dan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Sulawesi Utara melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Senin (29/12) siang.

Langkah ini dilakukan di tengah suasana duka yang menyelimuti warga Kecamatan Paal 2, setelah api menghanguskan bangunan panti dan menjebak belasan lansia di dalamnya.

Polda Sulawesi Selatan memberikan pendampingan dan konseling bagi penyintas kebakaran.

Sumber gambar, Polda Sulawesi Utara

Keterangan gambar, Polda Sulawesi Selatan memberikan pendampingan dan konseling bagi penyintas kebakaran.

Dalam penyisiran yang berlangsung selama beberapa jam tersebut, petugas terlihat membawa sejumlah kantong sampel dari lokasi kejadian.

"Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang dari dalam panti, seperti sisa abu arang, kabel instalasi listrik, serta beberapa barang elektronik," ungkap Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto, Senin (29/12).

Barang-barang tersebut kini telah dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi lebih lanjut.

Seorang penyintas kebakaran di Panti Werdha Damai, Kota Manado, Sulawesi Utara sedang dievakuasi sesaat setelah kebakaran terjadi.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Seorang penyintas kebakaran di Panti Werdha Damai, Kota Manado, Sulawesi Utara sedang dievakuasi sesaat setelah kebakaran terjadi.

Fokus penyelidikan diarahkan pada dugaan arus pendek listrik, meski polisi menegaskan bahwa mereka belum bisa menarik kesimpulan final sebelum hasil uji forensik keluar.

Tragedi ini menjadi salah satu insiden kebakaran paling mematikan di Manado dalam beberapa tahun terakhir.

Polda Sulawesi Selatan memberikan pendampingan dan konseling bagi penyintas kebakaran.

Sumber gambar, Polda Sulawesi Selatan

Keterangan gambar, Polda Sulawesi Selatan memberikan pendampingan dan konseling bagi penyintas kebakaran.

Sebanyak 16 orang lansia dilaporkan meninggal dunia karena tidak sempat menyelamatkan diri saat api berkobar dengan cepat pada Minggu malam.

Kondisi jenazah yang sulit dikenali secara fisik membuat proses identifikasi menjadi tantangan tersendiri bagi pihak berwenang.

"Saat ini Biddokkes Polda Sulawesi Utara telah membuka Pos Ante Mortem. Kami mengumpulkan data-data medis maupun keterangan dari keluarga korban guna membantu proses identifikasi jenazah secara akurat," tambah AKP Elwin.

Keluarga korban nampak mulai mendatangi posko tersebut dengan membawa catatan medis, foto, atau informasi ciri fisik anggota keluarga mereka yang menjadi penghuni panti.

Kronologi kejadian

  • Minggu (28/12) malam: Kebakaran hebat melanda panti jompo di Kelurahan Ranomuut. Warga sekitar berusaha memadamkan api, namun api menjalar terlalu cepat.
  • Minggu (28/12) malam: Petugas pemadam kebakaran berhasil menguasai api; 16 jenazah ditemukan di dalam reruntuhan.
  • Senin (29/12) siang: Tim Labfor Polda Sulut melakukan olah TKP dan mengamankan kabel serta barang elektronik sebagai barang bukti.

Sampai Senin (29/12) siang, area di sekitar panti masih dipasang garis polisi guna mencegah warga mendekat ke lokasi yang masih dianggap rawan roboh.

Berita ini akan diperbarui secara berkala.

Wartawan Rahman Muchtar dan Vincent Waldy berkontribusi dalam liputan ini.