Pager meledak tewaskan 12 orang dan lukai ribuan lainnya, Hizbullah salahkan Israel – Bagaimana bisa meledak?

Keterangan video, Saksikan: Ledakan kecil di supermarket Lebanon.
    • Penulis, Matt Murphy
    • Peranan, BBC News
    • Penulis, Joe Tidy
    • Peranan, Cyber Correspondent
  • Waktu membaca: 10 menit

Sebanyak 12 orang termasuk dua anak-anak tewas setelah pager genggam atau penyeranta yang digunakan oleh anggota kelompok bersenjata Hizbullah untuk berkomunikasi meledak serentak di Lebanon, kata menteri kesehatan negara itu.

Menteri Kesehatan Lebanon, Firass Abiad, mengatakan korban tewas mencakup satu anak perempuan berusia delapan tahun, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, serta empat petugas kesehatan.

Menurut Abiad, hampir dua pertiga dari 2.800 orang yang terluka memerlukan operasi pada wajah, mata, atau tangan mereka. Banyak pula yang telah diamputasi.

Hezbollah, yang didukung oleh Iran, mengatakan penyeranta itu milik "pegawai berbagai unit dan lembaga Hizbullah".

Pager adalah perangkat telekomunikasi nirkabel yang menerima dan menampilkan pesan alfabet dan angka atau suara.

Pager dulunya merupakan perangkat yang umum digunakan di rumah sakit dan layanan darurat, tetapi kini menjadi teknologi yang jarang digunakan setelah digantikan oleh telepon seluler pada era 2000-an.

Kelompok itu menyalahkan Israel atas peristiwa yang mereka sebut sebagai "agresi kriminal". Hizbullah kemudian bersumpah akan melakukan "balasan yang adil". Sejauh ini, militer Israel menolak berkomentar.

Beberapa jam sebelum ledakan, kabinet keamanan Israel mengatakan bahwa menghentikan serangan Hezbollah di wilayah utara Israel agar warga yang mengungsi bisa kembali dengan aman adalah tujuan perang resmi.

Baku tembak di perbatasan Israel-Lebanon terjadi hampir setiap hari setelah dimulainya baku serang antara Israel dan Hamas di Gaza pada 7 Oktober 2023.

Hizbullah mengatakan pihaknya bertindak untuk mendukung kelompok Palestina sokongan Iran.

Kapan dan di mana peristiwa ini terjadi?

Rangkaian ledakan dimulai di ibu kota Lebanon, Beirut, dan beberapa daerah lain di negara itu, pada Selassa (17/09) sekitar pukul 15:45 waktu setempat (18.45 WIB).

Para saksi melaporkan melihat asap keluar dari saku sejumlah orang, yang diikuti ledakan kecil seperti bunyi kembang api dan tembakan.

Dalam sebuah video rekaman CCTV terlihat ledakan di saku celana seorang pria saat dia berdiri di kasir toko.

Rentetan letusan terus berlanjut selama sekitar satu jam setelah ledakan awal, sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters.

Setelah itu, banyak orang berdatangan ke rumah sakit di seluruh Lebanon. Dalam rangkaian peristiwa itu, menurut para saksi, terjadi kebingungan massal.

Apa itu pager?

Pager

Sumber gambar, Getty Images

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Alat komunikasi berteknologi rendah ini seukuran bungkus rokok dan biasanya dilekatkan pada sabuk agar bisa cepat diraih.

Pager atau penyeranta bekerja dengan cara disinkronisasikan dengan menara pemancar berdaya tinggi. Namun, pager tidak perlu banyak pemancar untuk menjangkau area yang luas, tidak seperti menara pemancar sinyal telepon seluler.

Pemancar biasanya ditempatkan pada posisi tinggi dan mengirimkan pesan pada frekuensi tertentu, mirip dengan cara kerja stasiun radio.

Baca juga:

Pager selalu mendengarkan pesan baru yang dikirim pada frekuensi mereka dan sebagian besar pager hanya dapat menerima informasi karena perangkat itu tidak memancarkan sinyal.

Itulah sebabnya pager lebih disukai daripada telepon seluler, karena pengguna pager tidak dapat ditemukan melalui GPS atau cara lain.

Saat pager menerima pesan, ia akan berbunyi bip dan bergetar. Ketika pesan dibuka, hanya sedikit teks yang ditampilkan—biasanya meminta penerima untuk menelepon kembali pengirim pesan atau pergi ke suatu lokasi.

Kepolisian Taiwan menyelidiki keterkaitan perusahaan Gold Apollo dengan ledakan pager-pager di Lebanon.
Keterangan gambar, Kepolisian Taiwan menyelidiki keterkaitan perusahaan Gold Apollo dengan ledakan pager-pager di Lebanon.

Beberapa pager yang diidentifikasi dalam rekaman video ketika ledakan terjadi tampaknya menunjukkan model Rugged Pager AR924 buatan perusahaan Taiwan bernama Gold Apollo, kata koresponden siber BBC, Joe Tidy.

Perusahaan tersebut tampaknya telah menghapus halaman produk dari situsnya.

Namun Wayback Machine—alat yang mengumpulkan dan menyimpan cuplikan situs web untuk generasi mendatang—menunjukkan cuplikan produk pada bulan September. Pager tersebut kelihatan kuat dan dilengkapi perlindungan debu serta kedap air, kata koresponden BBC, Joe Tidy.

Perusahaan Gold Apollo juga mengeklaim baterai litium pada pager tersebut bisa bertahan hingga 85 hari setiap kali pengisian.

Perusahaan tersebut telah membantah terlibat dalam dugaan intervensi perangkat.

Jejak misterius ke Hungaria

Pager-pager yang meledak itu kini telah menciptakan jejak misterius dari Taiwan hingga Hungaria.

Perusahaan Gold Apollo segera mengumumkan bahwa pager itu dibuat oleh perusahaan bernama BAC, yang berpusat di Budapest. BAC, kata Gold Apollo, punya lisensi untuk menggunakan merek mereka.

Baca juga:

Menurut kantor berita Reuters, alamat BAC Consulting di Budapest tercantum sebagai gedung berwarna persik di kawasan perumahan di pinggiran kota.

Nama perusahaan itu tertera pada selembar kertas di pintu kaca. Seseorang di gedung itu, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan BAC Consulting terdaftar di sana tetapi tidak memiliki kantor perwakilan secara fisik.

CEO perusahaan itu, Cristiana Barsony-Arcidiacono, yang mencantumkan pengalamannya dengan organisasi seperti Unesco di LinkedIn, tidak menanggapi email dari Reuters.

Sementara itu di Taiwan, kementerian ekonomi telah mengomentari masalah tersebut, dengan menyatakan bahwa "tidak ada catatan ekspor langsung ke Lebanon".

"Perusahaan itu meragukan bahwa produk itu milik mereka setelah meninjau foto-foto dari media dan menilai pager itu kemungkinan dimodifikasi setelah diekspor," kata kementerian itu.

Bagaimana pager atau penyeranta bisa meledak?

Sejumlah analis dengan cepat menyatakan keterkejutan mereka atas skala serangan pada Selasa (17/09), mengingat Hezbollah membanggakan diri atas langkah-langkah keamanannya.

Beberapa orang menduga peretasan mungkin menyebabkan baterai penyeranta menjadi terlalu panas sehingga perangkat tersebut meledak. Tindakan seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun, banyak ahli mengatakan hal itu tidak mungkin terjadi lantaran ledakan yang terekam dalam video CCTV tidak sesuai dengan ciri-ciri ledakan akibat baterai terlalu panas.

Beberapa analis mengatakan beberapa jenis intervensi pada rantai pasokan, guna merusak pager saat pembuatan atau pengiriman, lebih mungkin terjadi.

Alat komunikasi berteknologi rendah ini seukuran bungkus rokok dan biasanya dilekatkan pada sabuk agar bisa cepat diraih.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Alat komunikasi berteknologi rendah ini seukuran bungkus rokok dan biasanya dilekatkan pada sabuk agar bisa cepat diraih.

Intervensi pada rantai pasokan menjadi sorotan di dunia keamanan siber karena baru-baru ini banyak insiden penting disebabkan oleh ulah peretas yang bisa mengakses produk saat produk tersebut sedang dalam pengembangan.

Namun, serangan ini biasanya terbatas pada perangkat lunak. Intervensi pada rantai pasokan perangkat keras jauh lebih jarang terjadi karena aksesnya harus langsung ke perangkat—tidak dilakukan secara jarak jauh.

Jika ini memang intervensi pada rantai pasokan, harus dilakukan operasi besar secara diam-diam untuk merusak pager.

Sumber keamanan Lebanon mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa sejumlah kecil bahan peledak dengan detonator ditempatkan di dalam pager. Ledakan itu tampaknya dipicu oleh pengiriman pesan teks.

Sumber itu juga mengatakan bahwa Hezbollah telah memesan 5.000 pager dari perusahaan Taiwan bernama Gold Apollo. Pager-pager itu kemudian dilaporkan dibawa ke Lebanon awal tahun ini.

Namun, perusahaan Taiwan tersebut membantah keterlibatan apa pun. Perusahaan itu justru mengatakan pager tersebut dibuat oleh perusahaan Hungaria.

An ambulance drives past a soldier in Lebanon after the attacks

Sumber gambar, Getty Images

Seorang mantan pakar amunisi Angkatan Darat Inggris, yang meminta namanya tidak disebutkan, mengatakan kepada BBC bahwa perangkat tersebut mungkin berisi 10 gram hingga 20 gram bahan peledak berkekuatan tinggi kelas militer yang disembunyikan di dalam komponen elektronik palsu.

Pakar tersebut mengatakan, perangkat ini kemungkinan diaktifkan oleh sinyal yang disebut pesan teks berisi kode gabungan alfabet dan nomor alias alfanumerik.

Bagaimana dengan para korban?

Seorang sumber yang dekat dengan Hizbullah mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dua di antara sejumlah korban tewas adalah putra dua anggota parlemen dari faksi Hizbullah. Putri seorang anggota Hizbullah juga dilaporkan tewas.

Di antara korban luka adalah duta besar Iran untuk Lebanon, Mojtaba Amani. Laporan di media Iran mengatakan luka-lukanya ringan.

Kepala Hizbullah, Hassan Nasrallah, tidak terluka dalam ledakan itu, sebut kantor berita Reuters yang mengutip seorang sumber.

Baca juga:

Menteri Kesehatan Masyarakat Lebanon, Firass Abiad, mengatakan sebagian besar korban mengalami cedera pada tangan dan wajah.

Berbicara kepada program Newshour BBC, ia berkata: "Sebagian besar korban cedera tampaknya terluka pada wajah, terutama pada mata. Kemudian, ada sebagian cedera pada bagian tangan. Beberapa orang diamputasi di tangan atau jari. Beberapa dari mereka mengalami luka di panggul."

Ia menambahkan: "Sebagian besar orang yang datang ke ruang gawat darurat mengenakan pakaian sipil, jadi sangat sulit untuk membedakan apakah mereka anggota entitas tertentu seperti Hizbullah atau yang lain...

"Namun, kami melihat di antara mereka ada orang-orang yang sudah tua atau yang masih sangat muda, seperti anak yang meninggal dunia... dan ada beberapa di antara mereka yang merupakan petugas kesehatan," kata menteri tersebut.

Di luar Lebanon, 14 orang terluka dalam ledakan serupa di Suriah, menurut kelompok kampanye yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights.

Siapa yang bertanggung jawab?

Sejauh ini, belum ada yang mengaku bertanggung jawab - meskipun perdana menteri Lebanon dan Hizbullah menyalahkan Israel.

"Kami menganggap musuh Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas agresi kriminal ini," kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan pada Selasa (17/09) malam.

"Musuh biadab dan kriminal ini pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal atas agresi penuh dosa ini," imbuhnya.

Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati, juga menyalahkan Israel atas ledakan tersebut.

Dia mengatakan bahwa ledakan tersebut merupakan "pelanggaran serius terhadap kedaulatan Lebanon serta kejahatan menurut semua standar".

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa ia telah memberi tahu menlu Lebanon bahwa dirinya "mengutuk keras terorisme Israel".

Baca juga:

Pejabat Israel belum mengomentari tuduhan tersebut, tetapi sebagian besar analis setuju bahwa tampaknya Israel berada di balik serangan tersebut.

Prof Simon Mabon, ketua Hubungan Internasional di Universitas Lancaster, mengatakan kepada BBC: "Kami tahu bahwa Israel memiliki preseden penggunaan teknologi untuk melacak targetnya" - tetapi ia menyebut skala serangan ini "belum pernah terjadi sebelumnya".

Lina Khatib, dari lembaga kajian Chatham House yang berbasis di Inggris, mengatakan serangan itu menunjukkan bahwa Israel telah menyusup ke "jaringan komunikasi" Hizbullah "secara mendalam".

perempuan di lebanon

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Tiga perempuan tiba di sebuah rumah sakit di Beirut untuk memeriksa kondisi kerabat mereka yang terimbas ledakan penyeranta.

Mengapa Hizbullah menggunakan pager?

Hizbullah adalah organisasi Muslim Syiah yang berpengaruh secara politik dan mengendalikan pasukan bersenjata paling kuat di Lebanon.

Sayap bersenjatanya telah melakukan serangan mematikan terhadap pasukan Israel dan AS di Lebanon.

Kelompok tersebut ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh negara-negara Barat, Israel, negara-negara Teluk Arab, dan Liga Arab.

BBC News Arabic mengatakan Hizbullah menggunakan pager untuk menghindari deteksi Israel karena perangkat berteknologi rendah itu diyakini dapat lolos dari pengawasan Israel.

Baca juga:

Emily Harding, mantan analis CIA, mengatakan pelanggaran keamanan tersebut sangat memalukan bagi Hizbullah.

"Pelanggaran sebesar ini tidak hanya berbahaya secara fisik, tetapi juga akan membuat mereka mempertanyakan seluruh perangkat keamanan mereka," katanya kepada BBC.

"Saya berharap mereka melakukan investigasi internal intensif yang akan mengalihkan perhatian mereka dari potensi pertikaian dengan Israel."

Hezbollah dan ponsel pintar

Sejumlah sumber mengatakan kepada kantor Reuters bahwa sejak tahun lalu Hizbullah mulai curiga bahwa Israel melacak ponsel mereka.

Jadi pada Februari tahun ini, pimpinan Hizbullah melarang para anggotanya menggunakan ponsel saat mereka melakukan operasi.

Politisi senior Hizbullah juga menghindari membawa ponsel ke pertemuan. Bahkan pemimpin kelompok itu memperingatkan bahwa ponsel lebih berbahaya daripada mata-mata Israel.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Hassan Nasrallah selaku pemimpin Hizbullah meminta para pendukungnya untuk menghancurkan, mengubur, atau mengunci ponsel mereka di dalam kotak besi.

Sebagai gantinya, mereka memutuskan untuk menggunakan pager.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Hassan Nasrallah selaku pemimpin Hizbullah meminta para pendukungnya untuk menghancurkan, mengubur, atau mengunci ponsel mereka di dalam kotak besi.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Hassan Nasrallah selaku pemimpin Hizbullah meminta para pendukungnya untuk menghancurkan, mengubur, atau mengunci ponsel mereka di dalam kotak besi.

Namun seorang analis mengatakan peringatan soal ponsel yang dikeluarkan pimpinan Hezbollah kepada para pendukungnya terlalu terbuka.

"Hezbollah pada dasarnya menyiarkan ke seluruh dunia bahwa mereka akan beralih dari ponsel ke pager," kata Joseph Steinberg, penulis Cybersecurity for Dummies, kepada kantor berita Reuters.

"Mereka pada dasarnya memberi tahu musuh, yang jumlahnya banyak, jenis teknologi apa yang mereka ingin pakai."

Koresponden keamanan BBC, Frank Gardner, mengatakan bahwa pada 1996 badan intelijen domestik Israel Shin Bet membunuh seorang pembuat bom terkemuka Hamas, Yahya Ayyash, dengan menyabotase telepon genggamnya sehingga perangkat itu meledak dan menewaskannya seketika.

Apakah perangkat nirkabel aman?

Secara teori, perangkat nirkabel tidak aman. Hal ini "mungkin sedikit menakutkan", kata koresponden siber BBC, Joe Tidy.

Pakar keamanan Mesir, Mayjen Mohamed Nour, menyebut rentetan ledakan di Lebanon sebagai "insiden siber" yang diatur oleh pasukan intelijen. Ia menduga negara yang memproduksi perangkat nirkabel itu harus disalahkan, dengan menyatakan bahwa perangkat tersebut "sama sekali tidak aman".

Ia mengatakan "tidak ada alternatif" untuk komunikasi yang aman, seraya menambahkan bahwa pesan Israel kepada Hizbullah jelas: setelah merampas privasi telepon rumah, jaringan, ponsel, ponsel pintar, walkie-talkie, dan bahkan pager mereka kini rentan terhadap campur tangan Israel.

Hizbullah dan pemerintah Lebanon menganggap Israel "sepenuhnya bertanggung jawab" atas serangan itu, meskipun Israel belum mengeluarkan komentar resmi tentang insiden tersebut.

Apakah insiden serupa bisa terjadi pada ponsel?

Serangan canggih serupa yang menggunakan telepon telah terjadi di masa lalu, kata BBC News Arabic.

Berikut ini beberapa contoh, termasuk telepon dan teknologi lainnya:

• 1972: Mahmoud Hamshari, seorang perwakilan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), tewas di Paris ketika sebuah bom yang ditanam di bawah telepon diledakkan dari jarak jauh

• 1996: Yahya Ayyash tewas oleh telepon genggam yang dipasangi bom

• 2000: Samih Malabi, seorang aktivis Fatah dari kamp pengungsi Kalandia dekat Ramallah, tewas ketika sebuah telepon genggam yang dipasangi bom meledak di samping kepalanya

• 2007: Stuxnet, virus komputer buatan intelijen AS dan Israel diyakini telah menonaktifkan bagian penting dari program nuklir Iran

• 2020: Mohsen Fakhrizadeh, seorang ilmuwan nuklir Iran, dibunuh di Iran oleh senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh yang dipasang di sebuah mobil.

Apakah konflik Hezbollah-Israel akan meningkat?

Hizbullah bersekutu dengan musuh bebuyutan Israel di kawasan itu, Iran.

Kelompok itu merupakan bagian dari Poros Perlawanan Teheran dan telah terlibat dalam perang berskala rendah dengan Israel selama berbulan-bulan, sering kali saling tembak roket dan rudal melintasi perbatasan utara Israel.

Israel telah meraih kemenangan taktis yang signifikan dalam operasi ini - semacam kudeta spektakuler yang Anda saksikan dalam film thriller, kata Editor Internasional BBC, Jeremy Bowen.

Tidak diragukan lagi insiden itu merupakan penghinaan bagi Hezbollah sekaligus merasa semakin tidak aman dan berdampak buruk bagi moral.

Namun, ada potensi kerugian strategis yang serius bagi Israel.

Meskipun insiden ini mempermalukan Hizbullah, yang notabene merupakan milisi dan gerakan politik Lebanon yang kuat, peristiwa tersebut tidak menghalangi mereka.

Dan itu tidak mendekati tujuan strategis Israel dalam menghentikan serangan Hizbullah serta memulangkan lebih dari 60.000 warga Israel di perbatasan utara.

Rangkaian serangan ini tidak membawa wilayah itu satu inci lebih jauh dari perang terbuka: ini justru mendorongnya lebih dekat.

Reportase tambahan oleh Frances Mao