Masyarakat adat O'Hongana Manyawa kian terjepit tambang nikel

Keterangan video,
Masyarakat adat O'Hongana Manyawa kian terjepit tambang nikel

Masyarakat adat O’Hongana Manyawa atau Tobelo Dalam telah mendiami Pulau Halmahera sejak ratusan tahun lalu. Berbagai catatan sejarah dan etnografis menunjukkan suku Tobelo adalah penduduk asli di semenanjung utara dan tengah Pulau Halmahera.

Namun, hingga kini mereka masih terus disalahartikan, dikriminalisasi, dan diusir dari rumah sendiri, terutama setelah 'demam nikel' melanda wilayah tempat tinggal mereka.

Eksploitasi nikel secara besar-besaran membuat tingkat deforestasi melonjak tinggi dan orang Tobelo Dalam terus terusir dari rumahnya sendiri.

Titik cerah bagi O'Hongana Manyawa muncul setelah Tesla menyatakan sikapnya.

Dalam Impact Report 2023 yang dirilis Tesla pada Mei 2024, produsen mobil listrik itu mengalokasikan dua halaman spesifik untuk subtopik "Nikel: Mengurangi Dampak Lingkungan dan Sosial di Indonesia". Tesla memang tidak berinvestasi langsung di Indonesia. Namun, perusahaan milik konglomerat Elon Musk itu mengatakan 13% dari nikel yang digunakannya berasal dari Indonesia.

Secara lebih spesifik, Tesla mengatakan mereka telah berinteraksi dengan pemerintah, LSM, dan para pemasoknya untuk menjajaki perlunya penerapan "no-go zone for mining" atau area bebas tambang, utamanya demi melindungi hak komunitas adat "uncontacted".

Apa itu no-go zone dan mengapa Tesla memberi perhatian lebih pada masyarakat adat Hongana Manyawa? Simak penjelasan selengkapnya.

Video produksi: Tri Wahyuni dan Ivan Batara