|
Keberatan soal konsesi Amazon | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kalangan pegiat HAM dan lingkungan menegaskan keberatan mereka terhadap kebijakan pemerintah Peru belum lama ini memberikan konsesi kepada perusahaan minyak dan gas. Konsensi itu memberikan hak untuk mengolah wilayah luas di Hutan Amazon milik negara itu. Pemerintah Peru menganggap pemberikan konsesi itu sebagai keberhasilan karena akan membawa investasi sebesar $1 miliar. Namun, para pegiat menegaskan langkah itu akan membahayakan kehidupan sejumlah suku terasing di dalam hutan Amazon yang masih perawan. Wartawan BBC Dan Collyn dari ibukota Peru, Lima melaporkan, keinginan pemerintah Peru untuk membawa investasi ke negara itu amat kuat, dan sering sekali menyingkirkan kekuatiran akan lingkungan dan hak asasi manusia. Penjualan hak konsesi atas wilayah yang luas dari Hutan Amazon kepada perusahaan minyak dan gas ini adalah salah satu contoh. Para pegiat hak masyarakat adat di Peru mengatakan terdapat suku-suku yang hidup terasing di beberapa tempat di dalam 13 kawasan konsesi yang sudah dijual, yang selama ini merupakan hutan perawan. Namun, Kementrian Energi Peru mengatakan konsesi ini akan membawa investasi sebesar 1 miliar dollar Amerika. Pekan lalu, masyarakat adat di Amazon menempuh perjalanan hingga lebih dari 1500 km ke ibukota Peru untuk menyampaikan protes. Mereka didamping pegiat kenamaan Julio Cusurichi. Cusurichi mengatakan, protes tersebut merupakan reaksi terhadap sikap pemerintah. "Mereka tidak menjawab tuntutan kami. Jaringan pipa minyak berada di kawasan penduduk asli," kata Cusurichi. "Menurut saya tak ada satupun orang di Peru dan juga di dunia ini bisa melanggar hak-hak mereka dan bangsa Peru harus menyadari ini," katanya. Mengancam keberadaan Luasan hutan Amazon berkurang ribuan kilometer persegi per tahun, dengan risiko masyarakat adat yang hidupnya terasing pelan-pelan terpaksa melakukan kontak dengan dunia luar. Namun, seorang penasihat hukum dari perusahaan Perupetro, belum lama ini membandingkan situasinya dengan monster di danau Loch Ness, Skotlandia. Dia mengatakan, semua orang merasa pernah melihat atau mendengar tentang orang-orang yang sama sekali tidak punya kontak dengan dunia luar, namun tidak pernah ada buktinya. Meski demikian, kelompok pegiat lingkungan Survival International menegaskan terdapat sejumlah bukti-bukti tentang suku terasing itu dan eksplorasi minyak serta penebangan hutan akan mengancam keberadaan mereka. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||