|
Dari Beograd ke Den Haag | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Milosevic meraih dukungan politik dengan mengangkat isu Kroasia dalam nasionalisme Serbia pada tahun 1987.
Setelah mendapat dukungan politik rakyat Serbia, Milosevic mendepak rekan dan mentor politiknya, Presiden Serbia Ivan Stambolic.
Presiden Ivan Stambolic akhirnya mundur, dan Milosevic langsung naik ke puncak kekuasaan Serbia.
Milosevic resmi menjadi Presiden Serbia tahun 1989 lewat pemilihan umum yang dianggap banyak pihak penuh kecurangan.
Tahun 1991, Slovenia dan Kroasia menyatakan kemerdekaan dan Milosevic mengajak warga Serbia di Kroasia memberontak. Milosevic mengirim pasukan Serbia dan perang Balkan marak.
Tahun 1995, pasukan Serbia berhasil dipukul mundur ke luar dari Kroasia. Milosevic sepakat menanda-tangani kesepakatan Dayton, Ohio.
Milosevic menjadi Presiden Yugoslavia pada tahun 1997, dan setahun kemudian mengerahkan pasukan ke Kosovo.
Titik jatuh Milosevic dimulai pada tahun 2000, ketika dia kalah dalam pemilu. Walau sempat tak mengakui kekalahannya, dia berhasil juga diturunkan dari kekuasaan.
Delapan bulansetelah jatuh dari kekuasaan, Milosevic dibawa Pengadilan Kejahatan Perang Internasional di Den Haag.
Dia didakwa dengan kejahatan atas kemanusiaan dan pembunuhan massal, namun Milosevic tidak mengakui legalitas pengadilannya. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||