BBCIndonesia.com
  • Bantuan
Diperbaharui pada: 19 Maret, 2005 - Published 02:05 GMT
Email kepada temanVersi cetak
Wanita Muslim Amerika pimpin sholat Jumat
Amina Wadud memimpin sholat Jumat
Wanita dan pria ditempatkan terpisah dalam sembahyang Jumat
Seorang profesor di Amerika Serikat diperkirakan menjadi wanita Muslim pertama yang memimpin sholat Jumat pria dan wanita.

Lebih dari 100 pria dan wanita menghadiri sholat dan khutbah yang diberikan Amina Wadud, profesor Studi Islam di Virginia Commonwealth University.

Lokasi sholat dipindahkan ke sebuah gedung Gereja Anglikan di New York setelah beberapa mesjid menolak menjadi tempat sholat Jumat mereka.

Kegiatan itu dikritik sejumlah pemimpin Muslim yang mengatakan bertentangan dengan ajaran Islam.

"Masalah kesetaraan gender sangat penting dalam Islam. Dan umat Islam sayangnya menggunakan penafsiran terbatas terhadap sejarah sehingga menjadi mundur," kata Wadud sebelum sholat dimulai.

"Dengan sembahyang ini kita bergerak maju. Tindakan tunggal ini simbolisme mengenai kemungkinan dalam Islam," lanjutnya.

Mereka yang hadir dalam sembahyang Jumat mengatakan saat berlangsung sholat pria dan wanita terpisah.

Amina Wadud
Beberapa mesjid menolak menjadi tempat sholat Jumat yang dipimpin Amina Wadud

Sebagian besar wanita mengenakan jilbab dan jubah.

Sekitar 15 pengunjuk rasa berkumpul di luar Synod House, Katedral St John the Divine, dimana sholat berlangsung.

Salah satu poster yang dibawa mereka menyerukan agar Allah menjatuhkan kutukan terhadap penyelenggaranya.

Wartawan BBC untuk Timur Tengah menyatakan, kontroversi itu mejadikan Wadud mendapatkan liputan luas jaringan televisi Arab.

'Kelas dua'

Sembahyang Jumat itu diselenggarakan sekelompok pegiat, wartawan dan pakar yang berharap untuk mendorong pembahasan mengenai tradisi yang sudah berabad-abad memisahkan tempat sholat pria dan wanita dan menempatkan imam hanya untuk pria.

Salah seorang penyelenggara, Asra Q Nomani, mengatakan mereka akan menantang status wanita "kelas dua" dalam kehidupan ruhani Muslim.

Namun, sheih Mesjid Al Azhar Kairo yang menjadi salah satu lembaga utama Islam, mengatakan Islam tidak mengijinkan wanita berkhutbah untuk pria.

"Ketika dia memimpin sholat, adalah tidak pantas bagi mereka melihat tubuh wanita di depannya," ujar Sayed Tantawi dalam kolom surat kabar Mesir,Al-Ahram.

Berita utama saat ini
Email kepada temanVersi cetak
Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
BBC Copyright Logo^^ Kembali ke atas
Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
Bantuan | Privacy