BBCIndonesia.com
  • Bantuan
Diperbaharui pada: 26 Januari, 2005 - Published 16:21 GMT
Email kepada temanVersi cetak
Sekolah kembali dibuka di Aceh

News image
Anak Aceh masih banyak yang belum bersekolah kembali.
Hari pertama sekolah bagi anak-anak Aceh yang mulai diberlakukan hari Rabu, diwarnai kekhawatiran sebagian orang tua murid, yang bertanya-tanya kapan
anak mereka dapat sekolah secara normal.

Meskipun situasi belajar belumlah normal, anak-anak tampak bersemangat mengikuti materi yang disampaikan gurunya.

Ibu Guru Rustina, begitu murid-muridnya biasa memanggilnya, berdiri di hadapan sekitar 20 murid klas 1 B, Madrasah Dasar 110, di salah-satu jalan di kota Banda Aceh. Inilah pertemuan pertama antara Ibu Rustina dan murid-muridnya, setelah 1 bulan terpisah.

Bangku-bangku di dalam klas terisi penuh dan sebagian muridnya adalah pendatang dari sekolah lain, yang bangunannya hancur karena tsunami.

''Kami tak punya cukup guru, kelas-kelas kosong karena guru-gurunya hilang atau mati, hari ini kita menggabung beberapa kelas,'' kata Ibu Rustina.

''Memang agak penuh, tetapi saya kira tidak menjadi masalah. Kami akan menyanyi bersama, beberapa pelajaran ringan dan berdoa.''

Proses belajar-mengajar juga berlangsung di sejumlah sekolah, serta di bawah tenda-tenda di lokasi pengungsi.

Tidak semua bangunan sekolah di Banda Aceh bisa digunakan, karena rusak atau lantainya masih penuh Lumpur. Waktu belajar, juga belum berjalan normal. Pendeknya walau sekolah sudah dibuka tetapi memang masih jauh dari normal.

''Tiga guru meninggal, satu masih luka-luka serius. Kami tak punya data yang akurat tentang murid kami. Tetapi beberapa telah menjadi pengungsi dan belajar di kem pengungsi. Mereka akan kembali. Juga banyak murid kami yang belum ketahuan keberadaannya,'' jelas Mukhlas kepala sekolah Madrasah Dasar 110 Banda Aceh.

News image
Anak Aceh banyak yang luka-luka, belum bisa sekolah.

Hampir separoh murid sekolah yang dipimpin Mukhlis, belum masuk sekolah. Karena itulah, dia tidak terlalu berharap, dalam waktu dekat situasinya bisa berjalan normal.

Kebanyakan wali murid memahami bahwa situasi memang sulit. Tetapi mereka berharap segalanya bisa secepat mungkin normal kembali, agar bisa membantu meringankan kondisi pskis para siswa.

Berita utama saat ini
Email kepada temanVersi cetak
Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
BBC Copyright Logo^^ Kembali ke atas
Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
Bantuan | Privacy