BBCIndonesia.com
  • Bantuan
Diperbaharui pada: 14 Mei, 2008 - Published 14:00 GMT
Email kepada temanVersi cetak
Kerusakan kawasan Amazon

Hutan gundul di Mato Grosso, Brasil (foto oleh Fernando Cavalcanti)

Di negara bagian Mato Grosso, Brasil, hutan di Amazon dibabat untuk peternakan dan pertanian. Tingkat deforestasi di Mato Grosso, adalah salah satu yang tertinggi di dunia.

Erai Maggi, petani kedelai (foto oleh Fernando Cavalcanti)

Erai Maggi membantah bahwa petani seperti dia merusak lingkungan. "Tak satu pun pohon seharusnya dibabat untuk kedelai. Banyak lahan sudah gundul yang bisa digunakan."

Peternakan sapi di Amazon (foto oleh Fernando Cavalcanti)

Peternakan sapi penyebab 70% deforestasi. Saat permintaan akan daging sapi naik, jumlah ternak di Amazon naik 2 kali lipat lebih menjadi 57 juta sejak 1990.

Peternak sapi Carlos Alberto Guimaraes (foto oleh Fernando Cavalcanti)

Peternak sapi Carlos Alberto Guimaraes membersihkan lahan luas sejak 1960-an untuk 40.000 ekor ternaknya. Dia mengatakan tidak menyesal karena itulah prakteknya dulu.

Pekerja perternakan, Lindomar Fonseca da Silva (foto oleh Fernando Cavalcanti)

Lindomar Fonseca da Silva dan satu orang lainnya bekerja di peternakan untuk menangani 1.000 ekor sapi. Peternakan modern tidak banyak membutuhkan pekerja.

Pohon tumbang di hutan Amazon (foto oleh Fernando Cavalcanti)

Pembersihan lahan dengan metode bakar sudah lama digunakan apalagi setelah banyak orang pindah ke kawasan itu tahun 1960-an. Api sering tak terkendali.

 (foto oleh Fernando Cavalcanti)

Masalah juga datang dari bendungan di Amazon. Kebutuhan energi di Brasil yang semakin besar berarti jaringan bendungan diperluas.

Kepala suku Indian, Sipasse (foto oleh Fernando Cavalcanti)

Kepala suku Indian setempat, Sipasse mengatakan: "Mengganggu sungai, berarti mengganggu hutan, jadi mempengaruhi hujan. Tanpa hujan, tak ada listrik tenaga air."

Sebastiao Fonseca dos Santos (foto oleh Fernando Cavalcanti)

Sebastiao Fonseca dos Santos menunggu relokasi oleh program reformasi pertanahan pemerintah. Warga tanpa lahan menambah ketegangan antara peternak dan suku Indian.

Lahan hutan yang baru dibuka (foto oleh Fernando Cavalcanti)

Lahan hutan yang baru dibuka, mungkin oleh petani, peternak, atau penduduk. Siapa pun yang bertanggungjawab, hutan semakin digerogoti.


Berita utama saat ini
Email kepada temanVersi cetak
Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
BBC Copyright Logo^^ Kembali ke atas
Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
Bantuan | Privacy