Seluk beluk pengiriman karya seni

Whip Lash 2010

Sumber gambar, Whip Lash 2010John von BergenInstallation at Smack Mellon NYphoto Etienne Frossard

Keterangan gambar, Whip Lash 2010 karya John von Bergen.

Pameran-pameran seni terbesar di dunia memerlukan karya-karya seni untuk dipindahkan dalam jumlah sangat besar. Pengangkutan seni adalah industri besar.

Musim semi adalah musim untuk pameran-pameran seni raksasa di berbagai belahan dunia, seperti Biennale Venesia dan Frieze edisi New York maupun Art Basel.

Paviliun, tenda, balai, dan stan penuh dengan karya-karya modern dan kontemporer, berukuran raksasa maupun mungil, materialistik dan abstrak. Pendatang-pendatang tampil untuk cinta, uang, atau dua-duanya, tapi hanya sedikit yang tahu bagaimana barang-barang produksi budaya ini bisa sampai di tempat pameran.

Industri pengangkutan benda seni sampai sekarang masih dipandang sebagai jasa logistik yang tidak menarik dan belum terlihat oleh penikmat seni, bahkan ketika dunia seni sedang membesar.

Jumlah museum seni di Amerika Serikat sendiri tumbuh ke angka sekitar 3.500, sementara pameran seni bertambah dari 68 di tahun 2005 menjadi 269 pada 2015.

Pameran-pameran seni semakin bertambah kompleksitasnya. Kurang lebih ada 100 pameran biennale di dunia, masing-masing menampilkan kurang lebih 50 artis, dan pameran besar lainnya memiliki 300 galeri, dengan setiap galeri menawarkan bertumpuk-tumpuk karya seni untuk dijual.

Kalau kita pertimbangkan semua ini, maka jumlah karya seni berasal datang dari gudang penyimpanan, rumah kolektor, galeri dan studio dalam satu tahun menjadi benar-benar tak terhingga.

Tapi bagaimana karya-karya ini dipindahkan dari tempat asalnya ke tempat tujuannya?

Tangani dengan hati-hati

Di bagian puncak industri ini adalah para profesional.

Ada ratusan perusahaan logistik di seluruh dunia yang ahli dalam pengiriman karya seni. Perusahaan-perusahaan berikut termasuk yang terbesar dan tertua di dunia: Crown and Fine Arts serta Momart di Inggris, Hassenkamp di Jerman, Baltrans di Hong Kong dan Dietl di Amerika Serikat.

Perusahaan-perusahaan ini memastikan karya-karya seni sampai ke tempat tujuan dengan aman; tugas yang tak mudah, karena karya-karya tersebut mudah rusak, dan besar sekali kemungkinan terjadi kesalahan.

Dear Star

Sumber gambar, Dead Star 2008Michel de BroiEyebeamFlickrCC BY 2.0

Keterangan gambar, Karya Michel de Broin berjudul Dead Star membingungkan petugas keamanan bandara di Athena

Banyak kasus pahatan rusak, atau peti berisi patung Douglas Gordon yang terbuat dari emas menjadi kosong saat sampai di tempat tujuan, maupun truk berisi penuh dengan karya-karya seni yang hilang dicuri setelah ditinggal pengendaranya selama lima menit di lokasi peristirahatan di jalan bebas hambatan.

Karya-karya yang mahal dikirim dalam peti-peti kayu yang dibuat khusus dengan pengendali cuaca interior dan sensor dampak dan ayunan. Lukisan-lukisan dengan permukaan yang rapuh (seperti milik artis Gunther Umberg, yang memakai lapisan pigmen) dimasukkan ke dalam busa trapesium keras, supaya permukaannya ‘mengambang’.

Karya-karya tiga dimensi paling baik dimasukkan ke dalam busa lembut buatan tangan dari para perajin ahli.

“Pada saat di dalam peti, sebuah karya tidak boleh bergerak”, ucap Hermann Kaufmann, CEO perusahaan logistik Austria, Otrans, yang memiliki armada truk yang biasa menempuh perjalanan melalui Eropa barat.

Operasi untuk memindahkan instalasi besar dengan mudah bisa menjadi operasi logistik besar.

Patung Richard Serra terkenal sebagai patung yang –karena beratnya sampai beberapa ton- membutuhkan beberapa truk, derek, dan tim ahli konstruksi untuk dipajang di tempat-tempat umum dan museum seni.

Namun galeri-galeri kecil juga membutuhkan tenaga kerja kasar. Kiriman patung Santiago Sierra tahun 2013 ke galeri Berlin yang terbuat dari 40 meter kubik tanah dari Spanyol membutuhkan banyak truk dan tenaga kerja.

Pemilik galeri Alexander Koch mengenang, “Orang-orang yang berkeringat, mengangkut kantong-kantong tanah ke lantai bawah galeri”. Atap galeri itu juga harus diperkuat untuk mengakomodasi karya ini.

Tingkat profesionalisme pekerjaan ini tidak datang dengan harga murah. Biaya mengirim foto atau lukisan dari Zurich ke London bisa sampai 500 euro atau sekitar Rp8,3 juta sekali jalan.

Kargo laut lebih murah tapi perlu lebih banyak waktu, sekitar 6 minggu.

Angkutan udara lebih mahal dengan biaya memindahkan patung besar dari Eropa ke Asia bisa mencapai 30.000 euro dan itu belum termasuk asuransi.

Karya Santiago Sierra

Sumber gambar, Santiago Sierraphoto Alexander KochKOW Berlin

Keterangan gambar, Karya Santiago Sierr benar-benar merupakan 40 meter kubik tanah.

Karya-karya berharga dari institusi-institusi seperti Centre Pompidou dan MoMA dikirim dengan kurir yang mengecek karyanya setiap masuk dan ke luar kargo pesawat, juga mengamati instalasi di museum. “Proses ini sangat mahal, dan kebanyakan museum yang mengeluarkan biaya untuk ini,” ucap Kaufmann.

Lakukan sendiri

Kebanyakan orang tidak mampu mebayar untuk tim pengangkut dan pengawasan pribadi.

“Kalau Anda bukan nama besar di dunia seni, pengangkutan karya bisa lebih mahal dari harga karyanya sendiri, jadi harus ada alternatif,” ucap seniman Amerika Serikat, John von Bergen, yang tinggal di Berlin namun sering berpameran di Amerika Serikat dan Amerika Selatan.

Namun solusi seniman amatir yang pintar malah sekarang ini banyak digunakan oleh para pemilik galeri, pedagang, kolektor dan artis, yaitu membawa karya-karya mereka di bagasi mobil yang dikendarai sendiri ke pameran atau dikirim lewat sistem pos maupun kurir standar.

Sudah terjadi pula seniman yang mencopot lukisan dari bingkainya, lalu digulung, dan dikirim dengan FedEx, kemudian diluruskan lagi di tempat tujuannya. Beberapa artis yang memakai cara ini termasuk Karin Sander dari Jerman dan Eugenio Dittborn dari Chile.

“Kami menyetir mobil tua saya ke Art Cologne, yang penuh dengan karya-karya seni berharga ribuan euro. Mobilnya hampir rusak karena karya-karya seninya berat. Di tengah jalan menuju Turin, pemerintah Swiss tidak membolehkan kami lewat tanpa mendeklarasikan semua barang-barang di dalam mobil. Jadi, kami mencoba kedua kali dan ketiga kalinya lewat jalan kecil, kami hanya mau lewat saja”, ucap Koch tentang memindahkan karya-karya seni saat jaman dulu.

“Kami juga pernah menyelundupkan beberapa karya-karya. Anda masukkan kolase ke dalam tas Anda; Anda masukkan pahatan ke dalam koper di antara pakaian dalam”, candanya.

Temannya, seorang pemilik galeri, membawa pahatan Dead Star oleh artis Kanada, Michel de Broin, melewati keamanan bandara dalam perjalanan menuju pameran seni Athena beberapa tahun lalu. Petugas-petugas khawatir karena karya ini berbentuk seperti bom namun kemudia terkesan dengan kepintarannya; karya ini terbuat dengan baterai bekas.

Untuk menghindari ongkos pengiriman, isu bea cukai, dan masalah barang selundupan, von Bergen membongkar karya yang dibuatnya di Amerika Serikat; sebuah pistol dengan bagian pistol mainan dan pistol asli, dia masukkan ke kopernya untuk dinyatakan sebagai bahan seni. Petugas di bandara Tegel, Berlin, membolehkannya lewat dan von Bergen merakit kembali karyanya di Eropa.

Tak butuh pengapalan

Contoh von Bergen menunjuk ke fenomena lain: kadang, yang dikirim bukan karyanya, tapi senimannya. Von Bergen telah diterbangkan ke tempat-tempat seperti Brasil untuk memproduksi karyanya di tempat tujuan. Proses ini lebih murah dan menghindari ongkos pajak impor.

Salah satu kelebihan biennale Marrakech tahun 2012 adalah bahwa kebanyakan artis yang berpartisipasi berkolaborasi dengan pengrajin lokal.

Miami Gun

Sumber gambar, Miami Gun 2011John von Bergenphoto Denis Darzacq

Keterangan gambar, Miami Gun karya von Bergen menggabungkan bagian dari pistol sungguhan dan pistol mainan.

Beberapa media artistik juga tidak memerlukan pengiriman fisik: artis pertunjukan kebanyakan hanya perlu tiket pesawat dan sebuah hotel (atau sofa). Karya berbentuk 'kata' milik seniman konsep Lawrence Weiner dengan mudah dilukis di tempat dengan tipografi khasnya.

Seni internet mebutuhkan koneksi internet, seni video bisa dikirim lewat DVD atau ditransfer secara elektronik.

Tetapi belakangan ini, beberapa pengangkut seni melaporkan keuntungan 20% per tahun, atau bahkan lebih banyak.

Ini bukti bahwa saat pecinta seni pergi ke pameran-pameran lebih besar, karya-karya yang ada di sana mungkin menempuh perjalanan lebih baik.

Tahun ini di Venesia, Basel, New York maupun London, mungkin menarik untuk membayangkan perjalanan epik yang dilalui karya-karya seni sebelum mereka dimasukkan ke dalam kubus putih yang aman.

Perjalanan yang bisa panjang, berbelit, dan tidak lancar.

<italic>Baca artikel ini dalam bahasa Inggris: <link type="page"><caption> From Basel di Biennale: How to ship a masterpiece</caption><url href="http://www.bbc.com/culture/story/20150505-how-to-ship-a-masterpiece" platform="highweb"/></link> dan artikel-artikel lainnya di <link type="page"><caption> BBC Culture</caption><url href="http://www.bbc.com/culture" platform="highweb"/></link></italic>