Mengapa museum sembunyikan mahakarya?

museum

Sumber gambar, montel

Keterangan gambar, Banyak museum dan galeri memiliki tempat penyimpanan yang besar untuk koleksi seni mereka.

Banyak museum besar dunia menyimpan karya besar seni dari penglihatan masyarakat umum, seperti dilaporkan Kimberly Bradley.

Di Museum of Modern Art New York, hanya 24 dari 1.221 karya Pablo Picasso menjadi bagian dari koleksi tetap yang saat ini dapat dilihat umum. Hanya satu dari 145 karya Ed Ruscha dipamerkan.

Dan karya seniman surealis Joan Miro yang dapat dinikmati umum? Semiblan dari 156 karya.

Dinding Tate London, Met New York, Louvre Paris atau MoMA New York mungkin terlihat sudah dengan baik dipakai untuk memamerkan koleksi. Tapi sebenarnya sebagian besar karya seni milik lembaga seni terbesar dunia disembunyikan dari umum di tempat penyimpanan yang terkontrol suhunya, digelapkan dan terorganisasi dengan seksama.

Persentase secara umum bisa memberikan gambaran yang lebih dramatis. Tate, misalnya. dilaporkan hanya memamerkan 20% dari koleksi tetapnya, Louvre 8%, Guggenheim 3%, dan Berlinische Galerie -museum di Berlin yang bertugas memamerkan, melestarikan, dan mengumpulkan semua karya seni yang dibuat di kota itu- hanya mempertontonkan 2% dari keseluruhan miliknya.

Tempat terbatas

franc marc

Sumber gambar, Wikimedia Commons

Keterangan gambar, The Large Blue Horses buatan Franz Marc, 1911, yang dipandang tidak sesuai lagi dengan selera Walker Art Center.

"Kami tidak memiliki tempat untuk memamerkan lebih banyak lagi," kata Direktur Berlinische Galerie, Thomas Köhler.

Dia menjelaskan museumnya memiliki 1.200 m2 untuk memamerkan karya seni yang didapat lewat pembelian dan sumbangan selama puluhan tahun.

"Sebuah museum menyimpan ingatan, atau kebudayaan," jelas Köhler.

Tetapi di tempatnya, sama seperti museum-museum lain di dunia, kebanyakan koleksi jarang sekali dipamerkan kepada khalayak umum.

art show

Sumber gambar, KaiAnnett Becker

Keterangan gambar, The Art Show karya Edward Kienholz dan Nancy Reddin Kienholz, tahun 1963-1977, koleksi Berlinische Galerie (© Nancy Reddin Kienholz)

Selain keterbatasan ruang, selera populer juga menjadi alasan tetap disimpannya karya seni. Ada juga koleksi yang dianggap tidak sesuai lagi dengan misi pengurus lembaga.

Karya seniman terkenal yang tidak begitu populer kemungkinan juga akan terbengkalai. Yang terkenal dipajang di dinding museum, yang tidak bagus terlupakan di lantai. Juga karya seni yang menjadi koleksi museum lewat pembelian "bisa jadi tersimpan dalam peti kayu selama bertahun-tahun, menunggu untuk dipilih," jelas Köhler. Sementaara ada pula yang tetap terbungkus karena keadaaannya rapuh.

Lembaga yang berbeda memiliki kebijakan penyimpanan dan rotasi yang beragam, bergantung pada sifat dan cakupan koleksi.

Pameran di 'gudang'

karpet pengangkatan

Sumber gambar, Los Angeles Country Museum of Art

Keterangan gambar, The Coronation Carpet, 1520-30, koleksi Los Angeles Country Museum of Art.

National Gallery London menerapkan sistem penggantungan ganda sehingga meningkatkan jumlah karya seni yang dipamerkan.

"Memamerkan 5% dari koleksi nasional kami adalah sesuatu yang sulit dipahami orang," kata kurator Inggris, Jasper Sharp, yang terlibat dalam paviliun Austria pada Venice Bienniale 2013.

“Karenanya dilakukan peningkatan usaha untuk memamerkan koleksi," tambah Sharp. Selain membuat versi digital dari koleksi tetap -yang dilakukan oleh banyak lembaha seni- cara lain untuk memamerkan adalah lewat Schaulager ('pamerangudang') dengan para pengunjung dapat melihat karya seni yang disimpan pada rak geser, di balik kaca, atau saat restorasi.

Gudang penyimpanan Hermitage di St Petersburg, Rusia, dibuka pada tahun 2014 dengan menawarkan tur bersama pemandu untuk melihat koleksi-koleksi seni yang sudah lama tidak dilihat masyarakat. Sejumlah museum di Amerika Serikat, antara lain Museum Seni Brooklyn- juga membuka akses atas pusat penyimpanannya. Beberapa museum melakukan perluasan -seperti Tate, MoMA, dan Met- yang ditujukan untuk meningkatkan ruang bagi pameran koleksi tetapnya.

Berikut sejumlah contoh karya seni indah yang jarang dilihat umum.

Albrecht Dürer, Young Hare (1502)

Albertina Museum, Wina, Austria

durer

Sumber gambar, corbis

Keterangan gambar, Setelah dipamerkan paling lama tiga bulan, Young Hare harus disimpan di tempat gelap selama lima tahun.

Lukisan cat air dan guas terkenal Dürer berjudul Young Hare adalah sebuah mahakarya yang harus diamati dengan seksama. Lukisan sempurna ini menjadi tolok ukur seni selama berabad-abad kemudian.

'Maskot tidak resmi Wina' yang dibuat di atas kertas ini adalah milik berharga Albertina, tetapi jarang dipamerkan. Setelah dipamerkan paling lama tiga bulan, Kelinci Muda harus disimpan di tempat gelap selama lima tahun dengan tingkat kelembaban kurang dari 50% agar kertasnya bisa 'istirahat'.

Lukisan ini sempat dipamerkan sebentar pada tahun 2014 setelah disimpan selama 10 tahun, dan baru akan diperlihatkan lagi pada tahun 2018.

Museum Albertina memiliki jutaan karya seni dengan medium kertas dan karenanya hanya dapat memamerkan 'kurang dari 1% atau mungkin malahan hanya 0,1%- dari keseluruhan koleksi, kata wakil direktur Christian Benedik.

Tetapi sesuai dengan mandat pemilik asli museum, setiap karya grafis memiliki reproduksinya yang lebih mudah dilihat, termasuk Young Hare. Versi <link type="page"><caption> Google Cultural Institute Gigapixel</caption><url href="https://www.google.com/culturalinstitute/asset-viewer/hare/NgGmZAZW17zfhw?hl=en" platform="highweb"/></link> untuk karya ini lebih memperlihatkan refleksi mata kelinci.

Henri Mattise, The Swimming Pool (1952)

Museum of Modern Art, New York

matisse

Sumber gambar, corbis

Keterangan gambar, The Swimming Pool seni intalasi karya Matisse dipamerikan di MoMA New York.

Ombak biru bergelombang dan perenang The Swimming Pool karya Henri Matisse adalah instalasi kertas berukuran besar yang dibuat untuk ruang makan seniman tersebut di Nice, Prancis.

Karya seni ini dipamerkan di pameran Henri Matisse: The Cut-Outs di Museum of Modern Art New York. Mahakarya yang didapat MoMA pada tahun 1975 ini tidak terlihat di depan umum selama hampir 20 tahun.

Pelindung belakang goninya telah berubah warna dan rapuh. Kertas putih tempat potongan biru ditempatkan sudah ternoda. Restorasi yang memakan waktu lama memungkinkannya dipaajang dalam pameran yang banyak dipuji ini, mewakili rangkaian karya besar terakhir Matisse.

Setelah pameran ditutup, lukisan akan dicopot dan dikembalikan ke kotak penyimpanan khusus yang suhunya dikontrol.

Jackson Pollock, Mural on Red Indian Ground (1950)

Tehran Museum of Contemporary Art, Teheran, Iran

pollock

Sumber gambar, Wikimedia Commons

Keterangan gambar, Mural on Red Indian Ground buatan Pollock bagian dari koleksi Ratu Iran Farah Pahlavi, yang kini bernilai miliaran dolar AS.

Pada tahun-tahun terakhir kekuasaan Shah Iran, terutama saat masa jaya minyak, Ratu Iran Farah Pahlavi mengumpulkan koleksi seni modern menakjubkan yang sekarang nilainya miliaran dolar Amerika.

Picasso, Pollock, dan Warhol dapat dilihat pada saat dibukanya Museum Seni Kontemporer Teheran tahun 1977 sampai terjadinya Revolusi Iran tahun 1979, ketika seni yang dipandang seni 'Barat' sama dengan seni dekaden dan tidak patut dilihat.

Para kurator memindahkan karya seni ke tempat penyimpanan bawah tanah yang suhunya dikontrol agar aman dari iklim yang ekstrem dan serangan pedang para pendukung revolusi.

Karya seni ini jarang dipinjamkan ke lembaga dunia lainnya, sementara pameran di Teheran bergantung kepada pihak yang berkuasa negara itu. Beberapa sempat diperlihatkan pada pameran Pop Art/Op Art tahun 2005, tetapi karya seni yang memperlihatkan tubuh telanjang atau homoerotik, seperti Two Figures Lying on a Bed With Attendants karya Francis Bacon, tetap disembunyikan.

Tulisan asli dalam bahasa Inggris: <italic><link type="page"><caption> Why museums hide masterpieces away</caption><url href="http://www.bbc.com/culture/story/20150123-7-masterpieces-you-cant-see" platform="highweb"/></link></italic> di <link type="page"><caption> BBC Culture.</caption><url href="http://www.bbc.com/culture" platform="highweb"/></link>