Perempuan Muslim yang nyanyikan Ave Maria di gereja picu reaksi warganet

Ave Maria

Sumber gambar, Facebook

Waktu membaca: 3 menit

Lantunan Ave Maria dari perempuan Muslim yang mengenakan jilbab di Gereja Katedral Bogor saat melepas sahabatnya yang tutup usia, merebut perhatian warganet.

Dalam unggahan di media sosial, perempuan bersuara soprano tersebut mampu menyentuh nada-nada tinggi dengan sempurna.

Nyanyiannya dipuji banyak orang, disebut 'bikin merinding' pemilik akun @anggerPams yang berkicau: ''Masyaallah suaranya. Merinding bro. Walaupun gak tahu maksudnya. Keren suaranya''.

Hentikan X pesan, 1
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 1

Perempuan tersebut, Rami Kinara, adalah seorang penyanyi musik klasik yang bulan Ramadan 2016 baru merilis single religi berjudul Hadir Mu di toko digital, yang berkisah bagaimana seseorang berserah kepada Tuhan atas segala keraguannya sebagai manusia.

Aktris Jajang C Noer menyampaikan kepada BBC Indonesia, saat ini Rami 'tidak siap ditanya-tanya' demi menghormati keluarga mendiang yang masih sangat berkabung.

Nyanyian Rami, secara luas ditanggapi oleh warganet yang kemudian memperdebatkan 'batasan toleransi', isu sensitif bagi sebagian pengguna.

Rami Kinara

Sumber gambar, Facebook/Paul Jose

Keterangan gambar, Rami Kinara menyanyikan Ave Maria di gereja untuk melepas seorang sahabat yang tutup usia.

Ada yang menuding, apa yang dilakukan perempuan tersebut bentuk 'toleransi yang salah'.

Disebutkan oleh akun @heroe_bad, ''Muslim boleh sekadar main atau masuk gereja, tapi dilarang ikut kegiatan apapun bersama jemaat gereja. Inilah batas toleransi dalam Islam.''

Dan, akun @ramdaniahmad36 berkicau: ''Bukannya nyanyian Ave Maria itu adalah doa, terlebih kalau dilakukan di gereja. Toleransi tidak sebegitunya.''

Tapi, tidak sedikit juga yang memuji 'keberanian' Rami.

Hentikan X pesan, 2
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 2

Hentikan X pesan, 3
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 3

Hentikan X pesan, 4
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 4

Hentikan X pesan, 5
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 5

Oto-mualaf dan oto-murtad

Serangkaian kicauan di media sosial juga coba menyudutkan Rami, karena dinilai melepas 'keimanan' dan 'menyesatkan umat ' dengan menyanyi Ave Maria di dalam gereja.

Tapi, akun @SuseliaSu menengahi dengan mengatakan ''Tidak ada oto-mualaf, demikian juga dengan oto-murtad.''

''Kalau mbak di video ini hatinya tetap mengakui Allah SWT, dia tetap muslim. Piye toh,'' imbuh akun tersebut.

Pengguna internet lain, @minerva_zain berkicau: ''Saya suka lagu Opik dan pop-pop kasidah. Langsung terasa Lebaran sudah dekat. Tidak pengaruh juga keimanan saya. Suka saja alunannya.''

Sedangkan akun @alterdeego berkicau: ''Saya suka lagu rohani seperti Mary Did You Know? dan Nearer My God to Thee dan itu sama sekali tidak pengaruh ke keimanan saya.''

Hentikan X pesan, 6
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 6

Hentikan X pesan, 7
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 7

Hentikan X pesan, 8
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 8

Rami Kinara

Sumber gambar, Instagram

Keterangan gambar, Promosi single religi Rami Kinara di Instagram.