Virus corona: Semprot disinfektan ke rombongan mudik buruh harian, pemerintah India dikecam

Sumber gambar, @KanwardeepsTOI
Sebuah investigasi digelar terkait video berisi rekaman penyiraman cairan disinfektan terhadap pekerja migran oleh otoritas India tersebar ke publik.
Orang-orang yang disiram disinfektan dalam video itu diyakini adalah para pekerja migran yang mudik ke kota Bareilly di negara bagian Uttar Pradesh.
Mereka adalah bagian dari sekitar satu juta warga India yang kembali ke kampung halaman setelah pemerintah India menutup negara mereka selama tiga pekan.
Kebijakan karantina wilayah itu diklaim otoritas India sebagai upaya jitu mencegah penyebaran virus corona.
Namun belakangan muncul kekhawatiran bahwa orang-orang yang mudik dari kota besar justru akan memperluas kasus positif Covid-19.
Video itu, yang sejauh ini sudah ditonton lebih dari 400.000 kali usai diunggah jurnalis Times of India, memperlihatkan sekelompok orang duduk bersila dan jongkok saat petugas medis dan pemadam kebakaran dilengkapi dengan pelindung diri menyemprotkan 'cairan solusi wabah' kepada mereka.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 1

Dalam video utuh yang ditonton oleh BBC, para petugas itu meneriakkan instruksi melalui pengeras suara. Mereka meminta para pekerja itu menutup mata dan mulut.
Dalam bagian video, seorang pejabat terdenar memerintahkan para pekerja untuk 'menutup mata anak-anak Anda dan mata kalian sendiri'.
Badan peradilan kota Bareilly menyatakan telah mempelajari video tersebut. Melalui akun Twitter, mereka mengatakan, "orang-orang yang menjadi korban dalam video itu sudah ditangani pimpinan negara bagian".
"Tim dari pemerintah kota Bareilly dan pejabat pemadam kebakaran diminta melakukan sterilisasi bus, tapi karena antusiasme mereka yang besar, mereka juga menyemprotkan disinfektan ke para pekerja," demikian pernyataan tertulis mereka.
Beberapa akun media sosial menyalahkan kepolisian dan pemerintah lokal terhadap tindakan yang mereka nilai sebagai kekerasan terhadap para pekerja migran tersebut.
Video itu ramai dibincangkan di Twitter. Sebagian warganet mempertanyakan apakah mereka yang datang ke India dari luar negeri juga akan disemprot cairan disinfektan.
Sementara warganet lainnya menyebut bahwa itu bukanlah protokol penanganan Covid-19 yang diterapkan di bandara, stasiun kereta, maupun terminal bis.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 2

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 3

Ini bukanlah video pertama yang memperlihatkan perlakuan keliru terhadap para pekerja migran di India sejak kebijakan penutupan wilayah 24 Maret lalu.
Kebanyakan pekerja migran itu merupakan angkatan kerja yang menerima upah harian dan saat ini kehilangan mata pencaharian.
Dengan hilangnya pekerjaan dan upah, mereka kini berupaya keras untuk pulang ke kampung halaman. Sebagian dari mereka mendapat layanan bis dari pemerintah, sedangkan sisanya memutuskan untuk menempuh perjalanan itu dengan berjalan kaki.










