
Delapan pemain badminton putri yang didiskualifikasi termasuk Greysia Polii dan Meiliana Jauhari.
Empat pemain badminton Korea Selatan yang didiskualifikasi dari Olimpiade bersama pemain Cina dan Indonesia, mengajukan banding atas larangan main dua tahun.
Asosiasi Badminton Korea Selatan mengatakan empat pemain itu -Jung Kyung-Eun, Kim Ha-Na, Ha Jung-Eun and Kim Min-Jung- mengajukan banding atas sanksi yang dikenakan oleh komite disipliner.
Keputusan komisi akan dikeluarkan hari Rabu (22/08).
Pelatih Sung Han-Kook dan asistennya Kim Moon-Soo dijatuhi larangan melatih seumur hidup.
Kim mengajukan banding atas larangan itu sementara Sung menerima sanksi tersebut.
Keempat pemain Korea Selatan ini termasuk dari delapan pemain -empat lainnya dari Indonesia dan Cina- didakwa Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) karena berusaha kalah saat turun di Olimpiade London.
Pebulutangkis Indonesia yang didakwa adalah Greysia Polii dan Meiliana Jauhari.
Nasib badminton di Olimpiade
Kontingen Indonesia semula mengajukan surat protes kepada BWF namun kemudian menarik kembali protes tersebut.
Insiden itu menimbulkan langkah penyelidikan terhadap para pemain dan pelatih untuk meneliti kemungkinan pelanggaran lain.
Skandal itu menyebabkan pemain badminton putri Cina, Yu Yang, mengundurkan diri.
Presiden Federasi Bulutangkis Dunia Kang Young-Joong menyanggah spekulasi bahwa skandal itu dapat membuat nasib bulutangkis dipertanyakan di Olimpiade.
Insiden dalam penyisihan terakhir di babak grup, di Wembley Arena Selasa 31 Juli lalu, diwarnai dengan para pemain yang melakukan berbagai kesalahan secara terus menerus.
Sejumlah kesalahan teknis itu termasuk servis menyangkut di jaring berulang kali terjadi maupun servis yang jauh keluar dari lapangan.






