Kisah pemangkas rambut Freetown yang semarak

Dengan hiasan yang semarak, barisan kios pangkas rambut di ibu kota Sierra Leone, Freetown, menjadi pilihan fotografer Olivica Acland.

Freetown. Foto-foto oleh Olivia Acland
Keterangan gambar, Fotografer Olivia Acland mendokumentasikan para pemangkas rambut yang bisa ditemukan di jalan-jalan sibuk di ibu kota Sierra Leone, Freetown.
Ronald
Keterangan gambar, Pemilk kios pangkas rambut ini menggunakan hiasan bendera Inggris dan Amerika Serikat, karena dia suka 'gaya orang AS dan Inggris'.
Mana
Keterangan gambar, Mana sudah bekerja sebagai pemangkas rambut selama 10 tahun dan rata-rata dalam sehari dia mendapat tujuh hingga delapan pelanggan dengan penghasilan sekitar 10.000 Leones atau sekitar Rp35.000.
Toko Arthur
Keterangan gambar, Hiasan kios pangkas rambut ini diharapkan pemiliknya, Arthur, bisa menarik pelanggan.
John
Keterangan gambar, John adalah salah seorang pelanggan tetap Arthur yang datang rutin setiap minggu untuk mempertahankan gaya 'gundul'nya.
Arthur
Keterangan gambar, Arthur selalu mendengarkan radio ketika sedang bekerja karena membuatnya lebih santai dan bisa memotong rambut pelanggan lebih baik.
Lucy sedang dipotong rambutnya
Keterangan gambar, Kios potong rambut pria ini juga menjadi pilihan Lucy, seorang perempuan yang memilih gaya rambut pendek.
Freetown
Keterangan gambar, Gaya rambut yang tak disisir -yang sering disebut dreadlocks- amat populer di kalangan pria muda dan kios ini menegaskan bahwa gaya itu yang menjadi spesialisasinya.
Kolenzo
Keterangan gambar, Kolenzo bersama adiknya bersantai di kios sambil menunggu pelanggan.
Pemotong rambut berkeliling juga sering ditemukan di Freetown.
Keterangan gambar, Pemotong rambut berkeliling juga sering ditemukan di Freetown.
Kios potong rambut di dekat stadion Freetown ini buka sampai pukul 23.00 malam untuk 'menangkap' orang yang mau potong rambut sebelum maupun setelah pertandingan bola atau acara lain di stadion.
Keterangan gambar, Kios potong rambut di dekat stadion Freetown ini buka sampai pukul 23.00 malam untuk 'menangkap' orang yang mau potong rambut sebelum maupun setelah pertandingan bola atau acara lain di stadion.