Festival tato tradisional Indonesia di Yogyakarta

Sejumlah seniman Indonesia dan Australia ambil bagian dalam festival tato di Desa Maguwoharjo, Yogyakarta.

AFP PHOTO / SURYO WIBOWOSURYO WIBOWO/AFP/Getty Images
Keterangan gambar, Esmat Sakulok dengan rancangan tato dari suku Mentawai. Teknik "tepuk tangan" nyaris hilang karena gelombang modernitas.
AFP PHOTO / SURYO WIBOWOSURYO WIBOWO/AFP/Getty Images
Keterangan gambar, Brent McCown menggunakan teknik "tepuk tangan" yang dalam beberapa tahun ini mulai bangkit lagi.
AFP PHOTO / SURYO WIBOWOSURYO WIBOWO/AFP/Getty Images
Keterangan gambar, Seniman tato menggunakan metode tradisional "tepuk tangan" pada festival tato Yogyakarta.
AFP PHOTO / SURYO WIBOWOSURYO WIBOWO/AFP/Getty Images
Keterangan gambar, Pembuat film Australia, Rob Henry, di hutan festival tato di Desa Maguwoharjo, Yogyakarta.
AFP PHOTO / SURYO WIBOWOSURYO WIBOWO/AFP/Getty Images
Keterangan gambar, Seniman tato Australia, Rob Henry, bagian dari kelompok yang berusaha membangkitkan kembali tato tradisional.
AFP PHOTO / ROMEO GACADROMEO GACAD/AFP/Getty Images
Keterangan gambar, Ranu Khodir, seniman tato Jakarta memperlihatkan motif suku Dayak.
AFP PHOTO / ROMEO GACADROMEO GACAD/AFP/Getty Images
Keterangan gambar, Agung Prasetyo, pengurus museum tato Bau Tanah, Jakarta, dengan tato suku Dayak.
AFP PHOTO / SURYO WIBOWOSURYO WIBOWO/AFP/Getty Images
Keterangan gambar, Seniman tato Durga di panggung studio pada festival tato di Desa Maguwoharjo, Yogyakarta.
AFP PHOTO / SURYO WIBOWOSURYO WIBOWO/AFP/Getty Images
Keterangan gambar, Seniman tato Durga berbicara dengan wanita suku Dayak.