Foto-foto pilihan tahun ini versi AFP

Kantor berita AFP memilih "foto tahun ini" yang menggambarkan berbagai peristiwa yang terjadi pada tahun 2015, termasuk warga Malaysia yang mendinginkan tubuh di sungai dan kedatangan pengungsi anak-anak di Eropa.

Foto tahun ini
Keterangan gambar, Polisi berkuda mengawal pengungsi di Rigonce, perbatasan Kroasia-Slovenia, 24 Oktober 2015.
Foto tahun ini
Keterangan gambar, Mobil Volkswagen siap untuk dikirimkan dari pabrik di Emden, Jerman, 30 September 2015. Volkswagen mengaku sekitar 11 juta unit mobil diesel dilengkapi alat yang bisa memanipulasi tes emisi.
Foto tahun ini
Keterangan gambar, Warga Suriah berjalan di antara reruntuhan menyusul serangan udara tentara pemerintah di kota Douma yang dikuasai pemberontak, 30 Agustus 2015. Lebih dari 240.000 orang di Suriah tewas dalam konflik dan setengah penduduk di sana mengungsi.
Foto tahun ini
Keterangan gambar, Penduduk berkumpul melihat gelombang besar akibat topan Soudelor di Provinsi Zhejiang 8 Agustus 2015. Topan Soudelor menghantam Taiwan, menyebabkan empat orang tewas.
Foto tahun ini
Keterangan gambar, Seorang anak dibantu mencopot pelampung di badannya setiba di Pulau Kos di Yunani sesudah menyebrang dari Turki 13 Agustus 2015.
Foto tahun ini
Keterangan gambar, Pengungsi berdiri di balik pagar di Horgos, perbatasan Hungaria-Serbia 16 September 2015, menunggu masuk ke zona visa tunggal Schengen di Eropa.
Foto tahun ini
Keterangan gambar, Anak muda Malaysia mendinginkan badan di Hulu Langat, dekat Putrajaya, 6 Oktober 2015, di tengah udara penuh asap yang berasal dari pembukaan lahan di Indonesia.
Foto tahun ini
Keterangan gambar, Seorang pejabat tinggi Rusia Vladimir Puchkov 1 November 2015 mengunjungi lokasi pesawat Rusia yang jatuh ditembak dalam penerbangan dari Sharm el-Sheikh, Mesir, menuju St Petersburg, Rusia.
Foto tahun ini
Keterangan gambar, Warga berhamburan sesudah mendengar ledakan dan tembakan dekat lapangan Place de la Republique, Paris, 13 November 2015. Sekitar 18 orang tewas dalam serangan yang diklaim dilakukan oleh ISIS.