Bermain kecapi khas Dayak di tengah kabut asap

Seorang warga Desa Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Yonson, masih tetap main kecapi di tengah kabut asap akibat kekabaran hutan.

"Kalau bikin kecapi dari umur 10 tahun sudah bikin, tapi untuk dipakai aku sendiri. Baru kali ini ada yang pesan, disuruh bikin lima untuk sekolah. Biasanya memang banyak yang minta dibikinkan, tapi saya kasih-kasih saja. Ini kecapi khas dayak dipakai untuk acara adat, keramaian, dan bisa dilombakan juga," kata Yonson.

"(Di ujung kecapi itu) ada Burung Tingang, dibuat untuk hiasan. Kecapi masih banyak dimainkan karena di sekolah SD dan SMP disuruh belajar alat musik khas Dayak. Karena kelihatannya, saya lihat di Jawa - walau belum pernah ke sana - yang bikin orang maju kan tradisinya," kata Yonson, 55 tahun, warga Desa Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dia tampak sibuk membuat kecapi di depan rumahnya dengan menggunakan masker.

"Mengganggu, nafas sesak," komentarnya tentang kabut asap.

Anda bisa mengikuti berbagai cerita dari perjalanan BBC Indonesia di Kalimantan Tengah melalui tagar ‪#‎JurnalBBC‬.