Merawat gedung tua, menyelamatkan masa lalu Semarang

Kota Semarang merawat sejarah dengan berikhtiar menyelamatkan ratusan gedung tua yang dilindungi. Ada yang berhasil, tetapi sebagian terlantar dan dirobohkan, seperti terekam dalam bidikan kamera wartawan Semarang, Nonie Arni:

Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Diduga sengaja dirobohkan, bangunan bersejarah bekas kantor redaksi surat kabar De Locomotief, yang terbit pertama kali pada 1851, dan dikenal sebagai pendukung politik Etis, mengalami kerusakan parah.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Gedung bekas kantor Sarekat Islam di Kampung Gendong, Kelurahan Sarirejo, Semarang, setelah direnovasi. Semula gedung bersejarah ini kondisinya menyedihkan. Sejak Februari 2014, gedung ini dijadikan cagar budaya.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Masyarakat pencinta sejarah di Semarang memprotes pembongkaran Pasar Peterongan, yang dibangun pada 1916. Kasus ini belum menemukan jalan keluar karena masih diwarnai perdebatan kaitan antara nilai sejarah dan peruntukannya. Disebutkan pasar ini menggunakan konstruksi beton yang pertama untuk bangunan pasar di Semarang.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Anak-anak muda berlatih tari di dalam bangunan cagar budaya Sobokartti di Kota Semarang. Sejak 1992, gedung ini telah ditetapkan sebagai bangunan bersejarah yang harus dilindungi. Para pemerhati sejarah menilai, aktivitas kesenian di dalam bangunan ini membuat Sobokartti terus terawat.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Gedung Lawang Sewu, salah-satu ikon penting Kota Semarang. Gedung ini, dulunya merupakan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau Maskapai Kereta Api Hindia Belanda, dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Ruangan dalam "Galeri Semarang", salah satu bagian dari gedung tua yang telah konservasi pada 2007 lalu. Gedung yang dibangun pada 1918 ini pernah ditempati sebagai kantor asuransi milik konglomerat Oei Tiong Ham dan berakhir menjadi pabrik sirop hingga 1998. Arsitek Chris Darmawan kemudian menyulapnya menjadi ruang pamer seni pada 2008 lalu.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Taman Srigunting adalah salah satu landmark di Kawasan kota lama Semarang. Di masa kolonial, taman ini disebut parade plein karena digunakan sebagai lokasi parade. Direnovasi beberapa kali, Taman Srigunting kini digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat setempat.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Gereja Blenduk Semarang, dibangun pada 1753, adalah salah satu bangunan penting di wilayah kota lama Semarang. Direnovasi pada 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde, dengan menambahkan dua menara. Nama Blenduk merupakan julukan masyarakat setempat yang merujuk pada bentuk kubah.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Disulap menjadi sebuah kafe, inilah wujud bagian dalam dari gedung kuno peninggalan akhir abad ke-18. Para pemerhati bangunan cagar budaya mengatakan, upaya konservasi gedung kuno harus berkompromi dengan tuntutan zaman, termasuk mempertimbangkan aspek ekonomi agar bangunan itu bisa didayagunakan.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Upaya penyelamatan gedung-gedung tua di Semarang, yang sebagian masuk kategori dilindungi, dihadapkan pada masalah dana. Sebagian pemiliknya malah menginginkan agar gedungnya tidak termasuk yang harus dilindungi, sehingga mereka bisa menjualnya. Pihak berwenang menjanjikan akan memberikan suatu keringanan pajak.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Gedung kuno yang telah disulap menjadi sebuah restoran ini merupakan salah-satu bangunan cagar budaya yang harus dilindungi. Surat keputusan Wali Kota Semarang pada 1992 menyebutkan, ada 103 bangunan cagar budaya yang telah ditetapkan. Tetapi sejumlah catatan terbaru menunjukkan ada 300-an bangunan yang perlu dikaji untuk ditetapkan menjadi cagar budaya.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Diduga sengaja dirobohkan, bangunan bersejarah bekas kantor redaksi surat kabar De Locomotief, yang terbit pertama kali pada 1851, dan dikenal sebagai pendukung politik Etis, mengalami kerusakan parah.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Gedung bekas kantor Sarekat Islam di Kampung Gendong, Kelurahan Sarirejo, Semarang, setelah direnovasi. Semula gedung bersejarah ini kondisinya menyedihkan. Sejak Februari 2014, gedung ini dijadikan cagar budaya.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Masyarakat pencinta sejarah di Semarang memprotes pembongkaran Pasar Peterongan, yang dibangun pada 1916. Kasus ini belum menemukan jalan keluar karena masih diwarnai perdebatan kaitan antara nilai sejarah dan peruntukannya. Disebutkan pasar ini menggunakan konstruksi beton yang pertama untuk bangunan pasar di Semarang.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Anak-anak muda berlatih tari di dalam bangunan cagar budaya Sobokartti di Kota Semarang. Sejak 1992, gedung ini telah ditetapkan sebagai bangunan bersejarah yang harus dilindungi. Para pemerhati sejarah menilai, aktivitas kesenian di dalam bangunan ini membuat Sobokartti terus terawat.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Gedung Lawang Sewu, salah-satu ikon penting Kota Semarang. Gedung ini, dulunya merupakan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau Maskapai Kereta Api Hindia Belanda, dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Ruangan dalam "Galeri Semarang", salah satu bagian dari gedung tua yang telah konservasi pada 2007 lalu. Gedung yang dibangun pada 1918 ini pernah ditempati sebagai kantor asuransi milik konglomerat Oei Tiong Ham dan berakhir menjadi pabrik sirop hingga 1998. Arsitek Chris Darmawan kemudian menyulapnya menjadi ruang pamer seni pada 2008 lalu.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Taman Srigunting adalah salah satu landmark di Kawasan kota lama Semarang. Di masa kolonial, taman ini disebut parade plein karena digunakan sebagai lokasi parade. Direnovasi beberapa kali, Taman Srigunting kini digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat setempat.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Gereja Blenduk Semarang, dibangun pada 1753, adalah salah satu bangunan penting di wilayah kota lama Semarang. Direnovasi pada 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde, dengan menambahkan dua menara. Nama Blenduk merupakan julukan masyarakat setempat yang merujuk pada bentuk kubah.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Disulap menjadi sebuah kafe, inilah wujud bagian dalam dari gedung kuno peninggalan akhir abad ke-18. Para pemerhati bangunan cagar budaya mengatakan, upaya konservasi gedung kuno harus berkompromi dengan tuntutan zaman, termasuk mempertimbangkan aspek ekonomi agar bangunan itu bisa didayagunakan.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Upaya penyelamatan gedung-gedung tua di Semarang, yang sebagian masuk kategori dilindungi, dihadapkan pada masalah dana. Sebagian pemiliknya malah menginginkan agar gedungnya tidak termasuk yang harus dilindungi, sehingga mereka bisa menjualnya. Pihak berwenang menjanjikan akan memberikan suatu keringanan pajak.
Bangunan cagar budaya Semarang
Keterangan gambar, Gedung kuno yang telah disulap menjadi sebuah restoran ini merupakan salah-satu bangunan cagar budaya yang harus dilindungi. Surat keputusan Wali Kota Semarang pada 1992 menyebutkan, ada 103 bangunan cagar budaya yang telah ditetapkan. Tetapi sejumlah catatan terbaru menunjukkan ada 300-an bangunan yang perlu dikaji untuk ditetapkan menjadi cagar budaya.