Nasib kaum Rohingya di Malaysia

Ribuan warga Rohingya terkatung-katung di Malaysia. Mereka bekerja di sektor informal seperti sebagai pedagang, pemulung dan buruh bangunan, tetapi terancam ditangkap bila tidak memegang kartu UNHCR.

Toko sirih
Keterangan gambar, Toko di kompleks Pasar Borong Selayang, Kuala Lumpur ini, menjual daun sirih segar yang digunakan oleh warga Rohingya mengunyah sirih. Ada pula buah pinang dan tembakau. Foto-foto: Rohmatin Bonasir.
Penjual minuman tebu
Keterangan gambar, Abdullah mengupas tebu untuk dijadikan minuman. Tebu yang dikupas kemudian dimasukkan ke dalam semacam blender dan cairannya dijual RM2 atau sekitar Rp6.000 per gelas.
Pedagang sayur
Keterangan gambar, Sejumlah pengungsi Rohingya bekerja untuk pedagang-pedagang besar di pagi hari. Sisa sayur mayur dan buah-buahan milik majikan yang tidak terjual, mereka beli dengan harga murah dan kemudian mereka jual di sore hari.
Pemulung
Keterangan gambar, Ada pula pengungsi Rohingya yang mengumpulkan sampah untuk keperluan daur ulang. Pemandangan seperti ini sering dijumpai antara lain di kawasan Gombak dan Kampung Cheras Baru, pinggiran Kuala Lumpur.
Sopir truk
Keterangan gambar, Dalam hitungan belasan menit, truk pengumpul barang-barang daur ulang sudah penuh. Ada televisi dan kulkas bekas. Ada pula kardus dan sofa yang dikumpulkan pemulung.
Husna
Keterangan gambar, Husna binti Hussain mengajar bahasa Malaysia, tapi bukan di sekolah-sekolah pemerintah. Ini adalah sekolah informal untuk anak-anak pengungsi Rohingya.