Kisah janda akibat terkaman harimau

Sejumlah wanita di kawasan hutan bakau Sundarban di India dan Bangladesh bercerita tentang ancaman terkaman harimau yang menelan jiwa suami mereka. Namun konservasionis mengatakan harimau menjaga kelestarian hutan.

Sabitri Mondal terlihat memegang foto suaminya
Keterangan gambar, Hutan bakau Sundarban yang terbentang di sepanjang garis pantai India dan Bangladesh - sebuah kawasan lindung yang merupakan habitat dari Harimau Benggala yang terancam punah. Puluhan orang telah menjadi korban dari serangan harimau tersebut setiap tahunnya. Badan amal Christian Aid datang ke kawasan tersebut untuk menemui istri korban yang selamat dari serangan dan seorang pegiat lingkungan menyatakan bahwa tanpa harimau tesebut "seluruh kawasan hutan akan lenyap".
Sabitri Mondal memegang foto suaminya
Keterangan gambar, Penduduk setempat sangat bergantung pada hutan dan sungai untuk mencari uang. Warga mendapatkan penghasilan dari memancing ikan dan mengumpulkan madu, dan mereka harus menghadapi risiko diterkam harimau. Suami dari Sabitri Mondal meninggal dua tahun yang lalu. Dia mengatakan "Ketika saya mendengar berita, saya pingsan. Saya harus melanjutkan rumah tangga ini. Saya bekerja di ladang, dan putra saya mulai bekerja sebagai buruh. Dia tidak ingin menangkap ikan disini setelah mendengar kejadian ayahnya, maka ia memilih untuk bekerja di Kalkuta."
Usha Rami Kathuria, 33 Tahun, Jharkali, Kepulauan Basanti, Benggala Barat, India.
Keterangan gambar, Semakin jauh warga masuk ke hutan untuk bekerja, semakin tinggi risiko mereka untuk diserang. Suami Usha Rami meninggal dibunuh harimau delapan tahun yang lalu. "Suami saya tidak pernah pergi ke hutan. Dia selalu takut untuk pergi kesana. Hari pertama ia pergi memancing adalah hari pertama saya mendapat tidak keberuntungan."
Usha Rami Kathuria, 33 Tahun, Jharkali, Kepulauan Basanti, Benggala Barat, India.
Keterangan gambar, Anath Seal sempat menderita luka di kepala setelah harimau menyerangnya pada tahun 2002. "Ketika harimau tersebut datang saya memegang sebatang kayu di tangan saya. Saya sempat memukul harimau itu dua kali tetapi kayu tersebut patah. Setelah itu harimau tersebut menyerang kepala saya lalu saya diterkam dengan dua cakarnya."
Ranjit Biswas, 60 Tahun, Jharkhali, Kepulauan Basanti, Benggala Barat, India.
Keterangan gambar, Meningkatnya serangan harimau diperkirakan karena habitat binatang ini semakin menyempit dan semakin sedikitnya mangsa. Ranjit Biswas tengah menebang pohon ketika ia diserang. "Tiba-tiba harimau tersebut datang dari belakang dan menggigit pinggul saya dengan taringnya. Saya sontak langsung jatuh ke tanah. Ia menyerang saya selama 10 menit. Harimau menerkam saya dengan posisi saya berada di bawah binatang ini "
Rabi Majumdar, 63, Jharkhali, Kepulauan Basanti, Benggala Barat, India.
Keterangan gambar, "Ketika harimau itu melompat, dia menyerang kepala saya dan menyeret saya. Seolah-olah dunia menjadi gelap. Saya tidak bisa melihat apapun karena kepala saya berada di dalam mulut harimau tersebut." kata Rabi Majumdar.
Laxmi Dhali, 44 Tahun, Jharkhali, Kepulauan Basanti, Benggala Barat, India.
Keterangan gambar, Kebanyakan warga masih melanjutkan memancing di danau dan kanal di kawasan Sundarban. Suami dari Laxmi Dhali telah meninggal dibunuh oleh harimau sekitar enam tahun yang lalu, ketika ia sedang memancing di sekitar hutan. Laxmi mengatakan "saya tidak dapat menyekolahkan putra saya. Ia masih pergi memancing ikan setiap harinya. Saya tidak bisa tidur dengan tenang sampai putra saya pulang ke rumah. Terkadang saya berjalan keluar untuk melihat apakah dia dapat pulang."
Avijit Dhali, 44, Jharkhali, Kepulauan Basanti, Benggala Barat, India.
Keterangan gambar, Avijit Dhali adalah satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup setelah ayahnya dibunuh oleh harimau. "Saya selalu takut pergi memancing, tetapi saya tidak punya pilihan karena saya tetap harus hidup dan pekerjaan utama warga sekitar adalah memancing ikan dan memburu kepiting. Tingkat ketinggian air laut semakin naik dan tanah rusak karena masuknya air laut. Itu adalah alasan mengapa kami memancing."
Minati Roy, 42, Jharkhali, Kepulauan Basanti, Benggala Barat, India.
Keterangan gambar, Suami Minati Roy telah terbunuh 15 tahun yang lalu, ketika mengumpulkan madu di sekitar hutan. Dia mengatakan "Harimau-harimau tersebut melindungi hutan. Ketika kami menanyakan pada pihak yang berwenang, mereka menjelaskan bahwa apabila tidak ada hutan, tidak ada pohon-pohon, maka tidak akan ada kehidupan. Ini adalah alasan mengapa mereka melindungi hutan tersebut."
Joydip Kundu, Direktur Peneliti Ekologi Kalkuta.
Keterangan gambar, "Apabila harimau tersebut diusir, warga tidak akan merasa takut. Mereka akan melakukan tindakan-tindakan ilegal seperti menebang pohon-pohon di sekitar hutan, kata Joydip Kundu, Direktur Peneliti Ekologi Kalkuta. "Ini seperti rantai. Harimau tersebut melindungi ekosistem, dan karena itu hutan bakau masih terjaga. Apabila harimau tersebut dipindahkan dari hutan, maka keseluruhan ekosistem akan lenyap."