Militer Thailand turun ke jalan-jalan di Bangkok

Keberadaan militer yang mencolok di jalanan ibukota Bangkok tidak sampai mengganggu kegiatan sehari-hari warga.

Tentara Thailand
Keterangan gambar, Militer Thailand menetapkan keadaan darurat, Selasa 20 Mei, di tengah krisis politik yang melanda negara itu selama enam bulan belakangan.
Tentara Thailand
Keterangan gambar, Keberadaan tentara di ibukota Bangkok terlihat mencolok, terutama di jalan-jalan masuk dari luar kota menuju Bangkok.
Prayuth Chan-ocha
Keterangan gambar, Kepala Angkatan Bersenjata Thailand, Jenderal Prayuth Chan-ocha, juga menyerukan kelompok-kelompok politik yang berseberangan untuk saling berbicara guna memecahkan krisis politik.
Warga Bangkok
Keterangan gambar, Walau tentara terlihat di jalanan, sebagian besar warga di Bangkok tetap melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasanya.
Gambar Raja Bhumibol Adulyadej.
Keterangan gambar, Tentara mengambil posisi di lokasi-lokasi yang penting, antara lain di Markas Besar Kepolisian Thailand di bawah gambar Raja Bhumibol Adulyadej.
Tentara Thailand
Keterangan gambar, Militer menegaskan bahwa keadaan darurat bukan sebagai aksi kudeta. Sepanjang sejarah sejak tahun 1932, militer Thailand sudah melakukan kudeta selama 11 kali.
Krisis politik berawal dari gelombang unjuk rasa yang menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur karena dianggap dikendalikan abangnya, mantan PM Thaksin Shinwatra yang digulingkan militer tahun 2006.
Keterangan gambar, Krisis politik berawal dari gelombang unjuk rasa yang menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur karena dianggap dikendalikan abangnya, mantan PM Thaksin Shinwatra yang digulingkan militer tahun 2006.
Unjuk rasa pendukung Yingluck
Keterangan gambar, Para pendukung PM Yingluck yang mengenakan simbol warna merah mengancam maraknya perang saudara jika pemerintahan diserahkan kepada pemimpin yang tidak dipilih rakyat, seperti dituntut penentang Yingluck.