Kemiskinan dalam kampanye

Kemiskinan menjadi salah satu topik kampanye dalam pemilihan legislatif 2014 tetapi partai politik dan caleg pada umumnya tidak menawarkan solusi jelas.

Yohanes Toy
Keterangan gambar, Yonahes Toy membuat gawang di halaman rumah untuk dijual. Usaha milik Yohanes berjalan berkat pinjaman dana kemiskinan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia mengaku beberapa caleg mendatangi rumahnya meminta dukungan. Foto-foto: Rohmatin Bonasir.
Emi Taniu
Keterangan gambar, Di warungnya, Emi Taniu melayani pengisian pulsa telepon seluler di Desa Oelomin, Nekamase, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia menuturkan penjualan pulsa meningkat sedikit menjelang pemilu.
Emi Taniu
Keterangan gambar, Emi berharap wakil yang ia pilih akan memperjuangkan nasibnya memperbaiki taraf hidup terutama menyekolahkan anak-anak. Selain membuka warung, Emi juga beternak lele di belakang rumah.
Sarlin
Keterangan gambar, Sarlin menuturkan banyak calon anggota legislatif mendatangi desanya untuk meminta dukungan pada pemilihan umum 9 April. Ia mengaku tidak mudah tergiur dengan janji mereka, dan puas dengan usahanya menggemukan babi.
Mateos
Keterangan gambar, Mateos Taebenu bermimpi membangun rumah lebih besar dan lebih baik di depan rumahnya ini. Tetapi selama beberapa tahun terakhir, hanya fondasi yang baru dibangun.
Ternak milik Mateos
Keterangan gambar, Dana pengentasan kemiskinan dari pemerintah digunakan Mateos untuk berternak guna menghidupi anak-anak dan cucu-cucunya. Hasil penjualan ternak tidak tersisa untuk membangun rumah impiannya.
Pendukung partai
Keterangan gambar, Menurut beberapa pengamat, partisipasi warga miskin dalam kampanye antara lain baru sebatas mobilisasi massa. Mereka belum dilibatkan membahas bagaimana memperbaiki taraf kehidupan.