Kisah Ramayana di British Library

British Library memamerkan manuskrip lengkap Ramayana untuk pertama kalinya dalam 150 tahun terakhir.

Manuskrip Ramayana
Keterangan gambar, Manuskrip kisah Ramayana untuk pertama kalinya dalam 150 tahun dipamerkan di British Library di London. Di bagian kanan atas terlihat tokoh utama kisah epik ini, Rama, diberitahu oleh ayahnya bahwa ia akan menjadi raja yang berhasil.
Manuskrip Ramayana
Keterangan gambar, Manuskrip abad ke-17 ini dibagi menjadi dua pada abad ke-19, masing-masing dipegang oleh India dan Inggris. Dua bagian ini sekarang disatukan kembali dalam bentuk digital.
Manuskrip Ramayana
Keterangan gambar, Ada sejumlah lukisan yang didasarkan pada manuskrip Ramayana, yang menggambarkan perjalanan tokoh utama, Rama.
Manuskrip Ramayana
Keterangan gambar, Ada 1.200 halaman manuskrip Ramayana yang ditulis oleh sejumlah seniman.
Manuskrip Ramayana
Keterangan gambar, Manuskrip Ramayana ini dianggap sebagai salah satu versi yang paling indah dan yang paling penting. Manuskrip ditulis untuk kalangan bangsawan Kerajaan Rajasthan, India.
Manuskrip Ramayana
Keterangan gambar, Beberapa bagian manuskrip dikemas sebagai hadiah untuk pejabat-pejabat Inggris di Rajasthan pada awal abad ke-19.
Manuskrip Ramayana
Keterangan gambar, Ilustrasi ini menunjukkan bagaimana Hanoman mencoba menyelamatkan Sita di Pulau Lanka. Sita menolak dengan mengatakan hanya Rama yang boleh menyelamatkannya.
Manuskrip Ramayana
Keterangan gambar, Rama dan saudaranya, Laksmana, bersama pasukan kera menyerbu Pulau Lanka, yang dikuasai Rahwana.
Manuskrip Ramayana
Keterangan gambar, Hanoman terluka dan tertangkap saat bertempur melawan pasukan jahat. Tapi tertangkapnya Hanoman juga memungkinkannya untuk bertemu Rahwana.
Manuskrip Ramayana
Keterangan gambar, Rahwana akhirnya bisa dikalahkan setelah terlibat pertempuran sengit dengan Hanoman, yang bisa meloloskan dari sekapan Rahwana.
Manuskrip Ramayana
Keterangan gambar, Iring-iringan Rama mendapatkan sambutan besar di Sungai Serayu. Dari sini ia naik ke surga bersama Sugriwa, saudara-saudaranya, pasukan manusia, pasukan kera, dan pasukan beruang. Foto-foto dari British Library.