Erupsi di Sinabung, banjir di Manado

Lebih 26.000 orang mengungsi menyusul peningkatan aktivitas Gunung Sinabung di Sumatera Utara, sementara di Manado dan sekitarnya 13 meninggal akibat banjir.

Penduduk menggunakan jalan berlumpu di desa Beras Tepu, Karo
Keterangan gambar, Muntahan lahar dan awan panas Gunung Sinabung, di Karo, Sumatera Utara, mencapai 10 kilometer. Lebih 30 erupsi tercatat pada hari Selasa (14/1).
Seorang anak memeluk ibunya di samping tumpukan benih padi
Keterangan gambar, Peningkatan aktivitas gunung menyebabkan lebih 10.000 hektar lahan pertanian dan perkebunan rusak.
Letusan Gunung Sinabung terlihat dari Desa Jraya, Karo.
Keterangan gambar, Setelah 'tertidur' 400 tahun, Gunung Sinabung kembali mulai bergemuruh pada September 2010.
Para siswa terlihat mengenakan masker pembantu pernafasan di sekolah
Keterangan gambar, Lebih 26.000 penduduk mengungsi, jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat. "Kebutuhan mendesak bagi pengungsi mainan anak-anak, buku, seragam sekolah, air bersih, dan susu," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Banjir bandang meninggalkan mobil-mobil bertumpukkan
Keterangan gambar, Di Provinsi Sulawesi Utara, puluhan rumah dan kendaraan hanyut dalam bannjir bandang. Lebih 1.000 rumah tergenang akibat sungai-sungai meluap di lima kabupaten di provinsi ini.
Banjir di Manado dan sekitarnya
Keterangan gambar, Sekitar 40.000 warga mengungsi ke tempat penampungan sementara, menurut wakil BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Kantor pemerintah, sekolah, masjid, dan gereja dimanfaatkan untuk menampung warga yang mengungsi.
Tim SAR membantu korban banjir di Manado
Keterangan gambar, Pemerintah mengatakan setidaknya 13 orang meninggal dunia akibat banjir bandang yang disertai longsor. Dua orang masih dinyatakan hilang.
Seorang warga melewati mobil yang terbalik akibat banjir bandang
Keterangan gambar, Kota Manado nyaris lumpuh akibat ketinggian air mencapai tiga meter di beberapa tempat. Pada hari Kamis (16/01) ketinggian air berangsur-angsur surut.