Wisata ke desa penghasil wayang terbesar

Tradisi wayang kulit yang telah berlansung ratusan tahun menjadi landasan dijadikannya Kepuhsari sebagai Desa Wayang oleh sejumlah anak muda.

Menatah wayang
Keterangan gambar, Tradisi membuat kerajinan wayang kulit di Desa Kepuhsari, Wonogiri telah berlangsung ratusan tahun, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Foto-foto oleh Stephani Widorini.
Anak-anak menatah wayang
Keterangan gambar, Anak-anak ini belajar cara menatah wayang sejak masih sangat muda dari orangtua maupun sekolahnya.
seni lukis kaca
Keterangan gambar, Selain wayang kulit, penduduk Desa Kepuhsari juga mengembangkan seni lukis wayang di atas kaca. Harga per buahnya berkisar antara Rp150.000-Rp10 juta dan telah dipasarkan ke berbagai kota di Indonesia dan ke luar negeri seperti Jepang.
Wisatawan domestik
Keterangan gambar, Landasan historis inilah yang dijadikan alasan empat anak muda, Fiona Ekaristi, Rieke Caroline, Ariel Pradipta dan Patricia Sanjoto untuk menjadikan kawasan ini sebagai desa wisata. Sejak dibuka tiga bulan lalu, sekitar 100 orang mengunjungi Desa Wayang ini, termasuk Menathy dan Martya dari Jakarta ini.
Rumah penduduk desa Kepuhsari
Keterangan gambar, Wisatawan domestik dan mancanegara dapat mengambil paket wisata ke Desa Wayang, Kepuhsari dan menginap di rumah-rumah penduduk sekaligus menikmati kehidupan desa.
Wayang kreasi warga Desa Kepuhsari
Keterangan gambar, Wayang kulit di Desa Wayang ini adalah hasil kerajinan rumah tangga. Pembuatan satu wayang bisa memakan waktu hingga dua minggu, mulai dari membuat pola, menatah, menyungging atau mewarnai sampai membuat gapit atau penjepit wayang yang terbuat dari tanduk.
Penjual jamu gendong
Keterangan gambar, Nuansa pedesaan begitu kental di Desa Wayang, Kepuhsari. Penjual jamu gendong menawarkan berbagai minuman khas Jawa seperti beras kencur dan kunyit asam.
Pagelaran wayang
Keterangan gambar, Tidak hanya sebatas kerajinan wayang kulit, Desa Kepuhsari juga telah menelurkan sejumlah generasi dalang. Pandam Aji Anggoro yang baru berusia 10 tahun dengan luwesnya menghibur para wisatawan dan penduduk desa dengan lakon berjudul Lahirnya Gatotkaca.
Wayang kulit
Keterangan gambar, Produksi wayang kulit dari Desa Kepuhsari mencapai 5.000 buah per tahun, penghasil terbesar di Indonesia.
Pelajaran membuat wayang
Keterangan gambar, Keterampilan membuat wayang kulit juga masuk ke dalam kurikulum sekolah menengah pertama di Desa Kepuhsari.