Misi penyelamatan di Antartika

Sejumlah ilmuwan dan wisatawan akhirnya berhasil diselamatkan setelah terdampar di Antartika selama berhari-hari akibat terjebak es.

Helikopter penyelamat di Antartika, Andrew Peacock / www.footloosefotography.com
Keterangan gambar, Sebuah helikopter dari kapal pemecah es Cina akhirnya tiba hari ini (2 Januari 2014) untuk menyelamatkan 52 ilmuwan dan wisatawan yang terdampar di Antartika sejak 24 Desember.
Para penumpang yang terdampar di Antartika diselamatkan, Andrew Peacock / www.footloosefotography.com
Keterangan gambar, Upaya penyelamatan para penumpang yang terperangkap di kapal Rusia, Akademik Shokalskiy, akhirnya berhasil dilakukan setelah beberapa kali gagal. Mereka dipindahkan ke kapal pemecah es Australia, Aurora Australis.
Kelompok penumpang pertama yang dipindahkan, Andrew Peacock / www.footloosefotography, AFP
Keterangan gambar, Awak kapal Aurora Australis melaporkan bahwa seluruh penumpang telah berhasil dipindahkan ke kapal itu dengan bantuan helikopter.
Kapal Antartika Xue Long, AFP PHOTO / FAIRFAX POOL / Jessica Fitzpatrick
Keterangan gambar, Kapal Akademik Shokalskiy terperangkap di tengah lapisan es tebal akibat terpaan angin kencang, saat tengah napak tilas ekspedisi Douglas Mawson yang dilakukan 100 tahun silam. Ekspedisi Douglas Mawson adalah ekspedisi ilmiah besar pertama Australia ke Antartika.
Para penumpan yang terdampar di Antartika, Andrew Peacock / www.footloosefotography.com/ AFP
Keterangan gambar, Meskipun terjebak di tengah-tengah bongkahan es Antartika para penumpang tidak kehilangan semangat merayakan Tahun Baru 2014 dengan menyanyi bersama sementara menunggu misi penyelamat tiba.
Kru dan penumpang bekerjasama, Andrew Peacock / www.footloosefotography.com/AFP
Keterangan gambar, Sebagian anggota misi penyelamat dan sejumlah penumpang tampak bergandengan tangan erat dan berusaha menyiapkan landasan untuk helikopter mendarat.
Dua orang ilmuwan tengah menyiapkan landasan helikopter, Andrew Peacock / www.footloosefotography.com/AFP
Keterangan gambar, Dua orang ilmuwan dari Universitas New South Wales, Australia, Ziggy Marzinellia dan Graeme Clark menyiapkan permukaan agar helikopter dapat mendarat.