Potret pekerja biasa di Malaysia

Tukang kebun, penjual buah, tukang sol sepatu, dan tukang urut merupakan sebagian potret dari kiprah tenaga asing di Malaysia.

Ery
Keterangan gambar, Pasar Chow Kit di pusat ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, tampak seperti pasar-pasar di Indonesia. Warung masakan Indonesia berderet di sini, penjual sayur dan buah pun berasal dari Indonesia. (Foto-foto Rohmatin Bonasir)
Tukang sepatu di Chow Kit
Keterangan gambar, Di sebuah lorong, seorang tukang sepatu ini juga berasal dari Indonesia. Ia sudah lama merantau dari tanah Minang ke Malaysia. Ongkos sol rata-rata 10 ringgit atau sekitar Rp36.000 untuk sepasang sepatu.
tenaga kerja gelap dari Myanmar
Keterangan gambar, Di restoran masakan Thailand ini, seluruh pekerjanya berasal dari luar Malaysia. Sebagian besar adalah pencari suaka dari Myanmar yang ingin bermukim di negara ketiga tetapi masih juga berada di Malaysia setelah bertahun-tahun mengajukan permohonan.
Akham
Keterangan gambar, Akham melarikan diri dari negara bagian Chin, Myanmar. Ia bekerja secara diam-diam di dapur sebuah restoran di Kuala Lumpur. Karena sudah lama di Malaysia dia mulai lancar menggunakan berbicara bahasa Melayu.
Tukang urut dari Cina, He Min
Keterangan gambar, He Min merantau ke Malaysia dari Cina enam tahun lalu. Kerjanya adalah memijat para pelanggan tempat urut dan spa di sebuah mal di pusat ibukota. Tahun depan dia harus kembali ke Cina karena izin kerjanya berakhir.
Petrus dari Timor
Keterangan gambar, Dari Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, Petrus menumpang kapal ke Tawau di negara bagian Sabah pada tahun 1970-an. Dia berpindah-pindah kerja pada awalnya, tetapi sekarang menetap di perusahaan distributor. Petrus mengantar telur dan daging ke berbagai restoran dan toko di Tawau, kota yang berbatasan dengan Kalimantan Timur.
David
Keterangan gambar, David bekerja sebagai tukang kebun di sebuah sekolah Cina. Memotong rumput, merapikan bunga dan menyapu halaman menjadi tugasnya sehari-hari. Umurnya sudah di atas 70 tahun tetapi dia mengaku masih kuat bekerja dengan fisik berat.
Petronas di Kuala Lumpur
Keterangan gambar, Pemerintah Malaysia mengakui para pendatang dari negara-negara lain berkontribusi dalam pembangunan Malaysia. Menurut Wakil Menteri Dalam Negeri Datuk Wan Junaidi Tuanku Jaafar, tanpa pekerja asing Malaysia tidak akan mampu membangunan pencakar langit.