Antrean peluncuran iPhone di berbagai negara

Penggemar iPhone di berbagai negara tidak sabar untuk segera memiliki model terbaru 5S dan 5C yang diluncurkan Jumat.

Antrian di London, Mary Turner/Getty Images
Keterangan gambar, Para penggemar iPhone di London mulai mengantri di depan toko Apple di Jalan Regent sejak lima hari lalu, beberapa membawa kantung tidur maupun tenda.
Jesse Green, Ben Stansall/AFP
Keterangan gambar, Jesse Green dari London sangat girang menjadi orang kedua yang berhasil memiliki ponsel pintar iPhone model terbaru setelah sabar menunggu di toko Apple di Covent Garden.
Topeng Steve Jobs, Yoshikazu Tsuno/AFP
Keterangan gambar, Seorang konsumen mengenakan topeng Steve Jobs saat menanti toko Apple di Tokyo. Peluncuran iPhone 5S dan 5C mengundang reaksi beragam. Wartawan teknologi BBC mengatakan di bawah komando Tim Cook iPhone masih harus menampilkan inovasi yang mengagumkan bagi para investor dan penggemar seperti masa Jobs.
Antrian di Oberhausen, Frank Augstein/AP
Keterangan gambar, Calon pembeli di kota Oberhausen, Jerman, juga tak ingin ketinggalan untuk mengikuti perkembangan iPhone.
Antrian di Paris, Lionel Bonaventure/AFP
Keterangan gambar, Penggemar di kota mode, Paris juga ikut heboh mengantri agar tidak sampai kehabisan iPhone terbaru. Sejumlah jaringan operator ponsel internasional merasa geram karena terbatasnya pasokan iPhone 5S dan 5C.
Antrian iPhone di Berlin, Sean Gallup/Getty Images
Keterangan gambar, Guyuran hujan tidak menghentikan antrian panjang pada hari pertama penjualan iPhone baru di Berlin, Jerman.
Yahor Papkouski dari Belarus, Sean Gallup/Getty Images
Keterangan gambar, Yahor Papkouski bersama teman-temannya sengaja datang dari Belarus ke Berlin dan menginap semalam di luar toko demi membeli iPhone 5S pada hari peluncuran.
Ginza, Toru Hanai/Reuters
Keterangan gambar, Dua wanita yang mengantri di daerah pusat perbelanjaan Ginza, Jepang mengenakan hiasan kepala dari kardus berbentuk iPhone.
Calo penjual iPhone Hong Kong, Laurent Fievet/Reuters
Keterangan gambar, Rantai suplai tidak berhenti sampai di toko-toko resmi Apple karena sejumlah calo sengaja membeli beberapa iPhone untuk dijual lagi di luar toko Apple di Hong Kong kepada penggemar yang gagal memesan melalui internet. Harga dari calo sedikitnya US$30 lebih mahal dari harga aslinya.