Dampak pembubaran unjuk rasa di Mesir

Pembubaran paksa unjuk rasa pendukung mantan presiden Mesir, Mohammed Morsi, mengakibatkan sejumlah kerusakan dan korban jiwa lebih 500 orang.

Pasukan tentara Mesir menyisir jalanan, foto oleh Hassan Ammar/AP
Keterangan gambar, Tentara Mesir terlihat melewati jalan yang terkena dampak pembubaran aksi unjuk rasa. Aparat membubarkan secara paksa kamp kelompok pendukung presiden yang digulingkan militer bulan Juli, Mohammed Morsi.
Petugas kebersihan di lapangan al-Adawiya, foto oleh Mahmoud Khaled/AFP
Keterangan gambar, Para petugas membersihkan puing-puing di lapangan al-Adawiya di Kairo menyusul aksi unjuk rasa terparah sejak Revolusi Mesir yang dimulai dua tahun silam yang berhasil menggulingkan Hosni Mubarak.
Pemadam kebakaran, foto oleh Hassan Ammar/AP
Keterangan gambar, Petugas pemadam kebakaran Mesir berusaha mengatasi api di Masjid Rabaah al-Adawiya di pusat kamp pengunjuk rasa di wilayah Kota Nasr, Kairo. Kekerasan yang terjadi Rabu (14/08) memicu kecaman dari berbagai negara termasuk Indonesia.
Pembersihan puing-puing di Kairo, foto oleh Mohamed Abd El Ghany/Reuters
Keterangan gambar, Traktor dikerahkan untuk membersihkan puing-puing di lokasi kamp pendukung Morsi di sekitar Masjid Rabaah al-Adawiya. Kelompok Ikhwanul Muslimin menggagas aksi unjuk rasa dan menuntut agar Morsi ditetapkan kembali sebagai presiden Mesir.
Masjin Rabaah al-Adawiya, foto oleh Khaled Desouki/AFP
Keterangan gambar, Salah satu bangunan yang rusak dan terbakar akibat pembubaran paksa oleh aparat adalah Masjid Rabaah al-Adawiya. Presiden Mesir memberlakukan keadaan darurat hingga satu bulan mendatang.
Jenasah korban protes, foto oleh Khalil Hamra/AP
Keterangan gambar, Warga Mesir berduka di hadapan jenasah keluarganya yang meninggal saat bentrok terjadi antara pendukung Morsi dan militer Mesir. Pemerintah menyatakan bahwa korban mencapai 525 jiwa sementara Ikhwanul Muslimin menyebut angka lebih 2.000 jiwa dan menyebut akan terus melancarkan aksi unjuk rasa.
Sebuah kendaraan tentara terbakar, foto oleh Khalil Hamra/AP
Keterangan gambar, Aparat menggunakan kendaraan lapis baja, buldoser, dan helikopter untuk membubarkan kamp pengunjuk rasa. Pejabat pemerintah menyebut telah merujuk 84 orang, termasuk Ikhwanul Muslimin dengan dakwaan pembunuhan dan pembakaran gereja.
Anak-anak Mesir, foto oleh Ahmed Gomaa/AP
Keterangan gambar, Anak-anak Mesir tampak membawa perlengkapan komputer, sisa-sisa kerusakan akibat bentrok aparat dan pengunjuk rasa.