Apa arti upacara makan tanah?

Dalam festival yang diadakan setiap tahun, para dukun memakan tanah di kuil Ghatalsthan di Nepal dan dihadiri oleh peziarah.

upacara tahunan di kuil Gathalsthan, Dadeldhura
Keterangan gambar, Setiap bulan April pada hari pertama dan kedua tahun baru Nepal, sebuah festival diadakan di kuil Ghatal Baba di kota Amargadhi wilayah Dadeldhura, yang terletak di bagian barat Nepal.
Dukun
Keterangan gambar, Para dukun di kuil mengatakan bahwa masalah-masalah pribadi para peziarah akan dihapuskan dengan kemurahan dewa.
dukun memakan pasir
Keterangan gambar, Jika seseorang berusaha melawan kekuatan dewa, maka dukun pemimpin akan menelan pasir dari tanah dan meminta dukun-dukun lain mengikuti untuk menunjukkan kekuatan Ilahi.
Dukun sedang memakan pasir
Keterangan gambar, Dukun-dukun menelan pasir di hadapan semua orang yang datang dan berkumpul di kuil Ghatal.
upacara makan tanah
Keterangan gambar, Penduduk setempat mengatakan bahwa dahulu kala terdapat tradisi menelan 60 pot pasir dan 60 botol air di kuil itu.
dukun makan pasir
Keterangan gambar, Beberapa dukun menunjukkan mulut yang penuh dengan pasir kepada para pengunjung.
Doa persembahan
Keterangan gambar, Orang-orang yang permohonannya telah terkabul memberikan persembahan berupa kerbau, domba, ayam dan berbagai bentuk lain kepada dewa sebagai ucapan syukur.
Dewa dari India
Keterangan gambar, Menurut dongeng Ratu Nagi Malla (yang memerintah di daerah itu pada masanya) membawa dewa Ghatal sebagai mahar dari Garhawal India. Saat ia sampai di lokasi kuil Ghatal tidak ada orang yang bisa mengantarkannya lebih jauh. Jadi mereka harus menempatkan sang dewa di posisi yang sekarang menjadi kuil terkenal, Ghatalsthan.
Ghatal baba
Keterangan gambar, Nama kuil Ghatalbaba diperkirakan berasal dari nama anak Bimasena, dari keluarga Pandawa yang merupakan bagian dari kisah Mahabharata, Gatotkaca.
Ghatal sheela
Keterangan gambar, Menurut tradisi setempat saat musim kemarau orang-orang mengadakan upacara keagamaan untuk mengambil air dari sungai dan menuangkannya ke sebuah lubang yang bernama Ghatal Shila sebagai simbol untuk memohon datangnya hujan.