Vila pengungsi UNHCR di Cisarua

Ribuan pengungsi yang berasal dari negara-negara konflik menetap sementara di sebuah vila di daerah Cisarua, Bogor.

Pengungsi Afghanistan, Getty Images
Keterangan gambar, Seorang pengungsi yang berasal dari Afghanistan sedang duduk di ruang tengah sebuah vila di Cisarua, Bogor. Sejumlah pengungsi yang berasal dari beberapa negara konflik menyewa vila di Cisarua untuk tempat tinggal sementara.
Anak-anak pengungsi Iran, Getty Images
Keterangan gambar, Anak-anak dari keluarga asal Iran yang sedang bermain di sawah di luar vila tempat mereka tinggal mengatakan bahwa mereka sedang berlibur ke Indonesia. Iran adalah salah satu asal negara pengungsi yang saat ini tinggal sementara di Cisarua.
Pengungsi Afghanistan di vila Cisarua, Getty Images
Keterangan gambar, Dua pengungsi Afghanistan, Mohib Ali dan Muhammad Zia, sedang menyiapkan roti tradisional mereka dengan oven. Selain Afghanistan, para pengungsi berasal dari Irak, Iran, dan Srilanka untuk menghindari penganiayaan, kekerasan dan kemiskinan di negaranya.
Pengungsi Afghanistan menikmati makanannya, Getty images
Keterangan gambar, Sekelompok pengungsi Afghanistan sedang menikmati makanan khas negara mereka yang berupa roti naan dan sup kacang-kacangan. Mereka mengungsi demi mencari kehidupan yang lebih baik dan kebanyakan memilih Australia sebagai negara tujuan mereka. Lebih 10.000 pengungsi masuk ke Australia dalam setengah tahun ini dan mayoritas lewat Indonesia.
Pengungsi Afghanistan di Cisarua, Getty images
Keterangan gambar, Sebagian dari mereka adalah pengungsi yang diakui badan PBB urusan pengungsi, UNHCR dan ada juga yang ilegal.
Pengungsi Afghanistan di luar vila yang mereka sewa, Getty images
Keterangan gambar, Para pengungsi tinggal di sebuah vila di Cisarua sementara menunggu keputusan imigrasi, tetapi proses ini bisa memakan waktu beberapa tahun. Mereka masuk ke Indonesia dengan kapal dan meminta suaka dengan bantuan UNHCR.
Pengungsi Afghanistan di Cisarua, Getty images
Keterangan gambar, Mohib (kiri) dulu bekerja sebagai tukang las dan Muhammad Zia adalah bekas supir taxi. Bersama pengungsi dari negara konflik lain mereka menunggu kepastian pemberian suaka.