Menarilah bersama Dolorosa Sinaga

Pematung senior Dolorosa Sinaga menggelar pameran tunggal karya terbarunya bertajuk 'Menarilah' dengan menggunakan medium kertas timah.

dolorosa sinaga
Keterangan gambar, Salah-satu karya masterpiece Dolorosa Sinaga, yang diberi judul: Sufi Dancer. "Bagi saya menari adalah kegiatan yang menyenangkan, kegiatan yang dapat melepaskan seluruh kepenatan tubuh dan jiwa," jelas seniman (yang juga aktivis) Dolorosa Sinaga, yang sejumlah patung-patungnya telah dikoleksi di Vietnam, Malaysia Italia, Jepang, hingga AS. (Foto-foto oleh Heyder Affan)
dolorosa sinaga
Keterangan gambar, Dalam pameran tunggal yang berlangsung sampai 30 Juni 2013, seniman kelahiran 31 Oktober 1952 ini menampilkan karya-karya patungnya yang semua terbuat dari medium kertas timah atau aluminium foil.
dolorosa sinaga
Keterangan gambar, Menurut Ruth Rahayu, aktivis perempuan dan peneliti, keputusan Dolorosa menggunakan medium kerja yang baru, bukanlah sekedar bahwa medium lainnya (yang pernah digelutinya) "tidak lagi menantang". Tetapi, "Dolorosa memiliki konsep kerja berdasarkan medium yang tidak memberikan ruang emosionil penciptaan, seperti kertas atau materi tak bermassa lainnya," jelasnya.
dolorosa sinaga
Keterangan gambar, Karya-karya Dolorosa Sinaga yang membentuk "gestur-gestur penari" ini tidak terlepas dari kegusarannya terhadap persoalan sosial di Indonesia belakangan ini. Dia mengaku menemukan ruang "yang membebaskan saya dari perasaan masgul dan gusar yang berkepanjangan tentang semua kejadian di negeri ini."
dolorosa sinaga
Keterangan gambar, Pada periode menggunakan aluminium foil (kertas timah) ini, Dolorosa mengaku menemukan pengalaman yang benar-benar sangat menyenangkan."Karena dikerjakan dengan medium yang mudah dikerjakan," aku Dolorosa.
dolorosa sinaga
Keterangan gambar, Dolorosa Sinaga merupakan generasi keempat pematung (perempuan) modernis di Indonesia, sejak dihitung dari kehadiran dan pengaruh Ries Mulder dan Rita Widagdo -- pada dekade 1960-an di Fakultas Seni dan Desain ITB yang dibuka pada 1949. "Jadi, Dolorosa Sinaga merupakan angkatan pertama lulusan seni patung di LPKJ, suatu hal yang langka bagi seorang perempuan untuk memilih karier hidup menjadi pematung," kata Ruth Rahayu, aktivis perempuan dan peneliti, yang menulis kata pengantar dalam buku pameran.
dolorosa sinaga
Keterangan gambar, Karya-karya Dolorosa Sinaga menghiasi berbagai tempat penting, seperti gedung IMF di Washington DC serta International Contemporary Sculpture Park Chianti, Siena, Italia. Sementara, di Indonesia, hasil karyanya dapat dilihat di Kedutaan Besar Belanda, Bank Indonesia, atau kantor Komnas Perempuan.
dolorosa sinaga
Keterangan gambar, Pameran tunggal bertema 'Menarilah' merupakan pameran tunggal keenam yang pernah digelar Dolorosa. Dua tahun lalu, dia menggelar pameran 'Nature, Art and Symphony'. Pada 2008, dia memamerkan karyanya dalam 'Have You Seen a Sculpture from The Body'.
dolorosa sinaga
Keterangan gambar, Dan seperti karya-karya awalnya, Dolorosa Sinaga -- yang juga dosen di Fakultas Seni Rupa IKJ ini -- masih setia dengan bentuk-bentuk pipih.
dolorosa sinaga
Keterangan gambar, Dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Jumat (14/06) malam, Dolorosa kembali menampilkan patung-patung dengan bentuk figur perempuan.
dolorosa sinaga
Keterangan gambar, Dalam pameran tunggal di Taman Ismail Marzuki, TIM, Jakarta,Dolorosa Sinaga banyak membuat patung dari kertas timah dalam ukuran kecil, seperti patung berjudul 'Rebah' yang telah terjual ini.
dolorosa sinaga
Keterangan gambar, Tubuh sejak lama telah menjadi inspirasi Dolorosa Sinaga dalam berkarya. "Karena, melalui tubuh saya dapat menyatakan banyak hal," kata pematung lulusan St. Martin's School of Art, London, Inggris ini.
dolorosa sinaga
Keterangan gambar, Menampilkan bentuk organik dari gestur seorang penari, karya-karya patung Dolorosa tidak dihadirkan dalam pendekatan realis, tetapi siapapun masih dapat melihat ekspresi dari penari.