Natal anak Papua: 'Saya senang di sini, di kampung ada perang'
Belasan anak dari Kabupaten Intan Jaya, Papua, untuk pertama kalinya merayakan Natal jauh dari keluarga, ratusan kilometer dari tanah kelahiran mereka.
Awal Desember lalu mereka tiba di Jayapura untuk memulai babak baru kehidupan di Panti Asuhan Kerahiman Putri.
Di bawah bimbingan biarawati, anak-anak itu diharapkan dapat menjejaki pendidikan formal dan mempelajari nilai-nilai baik kehidupan, jauh dari konflik bersenjata yang terjadi di kampung mereka.
"Saya senang ada di sini bersama kakak-kakak yang lain," ujar Yulistina Belau, salah satu anak dari Intan Jaya.
"Di kampung ada perang. Mama dan bapak sudah...", dia terisak, tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
Simak juga:
Di panti asuhan tersebut, mereka diasuh oleh Suster Alexia. Selama beberapa tahun ke depan, dia akan menjadi mama, bapak, sekaligus guru bagi anak-anak Intan Jaya itu.
"Mereka seharusnya berada di tempat yang nyaman, punya orang tua sehingga menjadi anak yang sukses di masa depan. Tapi saya melihat mereka justru seperti terlepas dari induknya," kata Alexia.
Pada perayaan Natal tahun ini, nilai saling berbagi ditekankan Suster Alexia kepada setiap anak di panti. Momen ini disebutnya mesti digunakan sebagai ajang mengamalkan nilai kasih.
"Natal bukan berarti baju baru atau kue. Kami ajari mereka untuk saling menolong kakak atau adik, seperti Yesus Kristus yang menolong kita setiap saat," kata Alexia.
Video produksi:
Produser: Abraham Utama, Kameraman: Alfonso Dimara, Video Editor: Valdya Baraputri
