Budaya Jawa, Tiongkok, Arab, hingga Eropa dalam kain batik peranakan Lasem

Keterangan video, Budaya Jawa, Tiongkok, Arab, hingga Eropa dalam kain batik peranakan Lasem

Kota Lasem, Jawa Tengah, dijuluki sebagai Tiongkok kecil karena begitu kental dengan pengaruh budaya Tionghoa.

Bahkan, dahulu kala, para pendatang dari China yang pertama kali membuat dan berdagang batik di sana. Salah satunya adalah leluhur dari Sigit Witjaksono, salah satu legenda batik peranakan di Lasem.

Sigit yang mencintai seni batik dan memiliki rasa toleransi tinggi, memadukan beberapa unsur budaya Jawa, Tionghoa, Arab, hingga Eropa dalam kain batik buatannya.

Sigit meninggal dunia Juni 2021 lalu. Tongkat estafet pelestarian batik tulis diteruskan oleh cucunya, Javier Hartono, 24.

Simak juga:

Kini, Javier berinovasi demi melestarikan batik tulis peranakan keluarganya, di tengah membanjirnya batik cetak yang jauh lebih murah di pasar.

Dalam selembar katin batik tulis peranakan itu, tercermin simbol keberagaman Tionghoa, Jawa, hingga sekelumit doa dan pesan bagi mereka yang memakainya.

"Batik itu tentang keberagaman. Semua yang menggunakan batik itu pantas.

"Di setiap kain ada warna-warna, spirit-spirit (semangat) dari semua etnis," ujar Javier.

Video produksi: Callistasia Wijaya dan Dwiki Marta