Krisis oksigen: 'Saat Papa pulang bawa tabung, kondisi Mama sudah parah'

Keterangan video, Krisis oksigen: 'Saat Papa pulang bawa tabung, kondisi Mama sudah parah'

Suplai oksigen tabung kian menipis seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia.

Rumah sakit yang penuh dan keterbatasan suplai membuat warga harus swadaya mencari oksigen bagi keluarga mereka yang dirawat atau tengah menjalani isolasi mandiri.

"Lumayan stres, karena susah banget (mencari oksigen) dan nomor yang viral di media sosial tidak bisa dihubungi," ujar Keke Dipo, salah satu warga yang mencari oksigen secara swadaya.

"Papa keliling-keliling cari oksigen sendiri dan saat pulang bawa tabung, kondisi Mama sudah parah," kata Vincentia yang juga kesulitan mencari oksigen untuk keluarganya.

Simak juga:

Sementara Asril, 70 tahun, terpaksa keluar mencari oksigen untuk kakaknya yang sedang isolasi mandiri. Dia beruntung mendapatkan persediaan terakhir di depo kedua yang dia kunjungi.

"Baru dapat. Tadi berangkat naik ojek sekarang mau pulang naik kendaraan umum," ujarnya sembari menyeret tabung.

Berangkat dari banyaknya permintaan di media sosial akan oksigen, warga pun swadaya saling membantu. Berbagai situs dan media sosial menginformasikan ketersediaan suplai oksigen bagi yang membutuhkan.

Namun itu saja belum cukup.

"Kami hanya bisa menghubungkan informasi di lapangan, pemerintah harus turun tangan mengatasi hal tersebut," kata Faiz Ghifari, penggagas situs urundayacovid.com.

Di sisi lain, pemerintah menyatakan telah mengalihkan produksi oksigen industri menjadi oksigen medis hingga 90% dan menerima bantuan dari luar negeri, salah satunya Singapura.

Namun, hingga kini, warga masih terus kesulitan mencari oksigen dan sebagian besar depo penyedia oksigen tutup karena kehabisan suplai.

Video produksi: Silvano Hajid dan Ivan Batara