Sejarah dan masa depan hubungan Inggris-China terkait Hong Kong
Hubungan Inggris-China terkait Hong Kong bisa ditelusuri hingga tahun 1800an, saat China menyerahkan pulau tersebut pada Inggris setelah kalah dalam perang opium. Bagaimana kini hubungan kedua negara, setelah China menerapkan undang-undang keamanan nasional dan Inggris mengintervensi dengan menawarkan kewarganegaraan bagi tiga juta warga Hong Kong?
China menyerahkan Hong Kong pada Inggris setelah dua kali kalah dalam perang opium di tahun 1800-an. Kemudian, pada tahun 1997, kesepakatan 99 tahun antara Inggris dan China berakhir, dan Hong Kong dikembalikan, dengan syarat menjadi wilayah otonomi.
Namun, dari tahun ke tahun, cengkeraman China atas Hong Kong terus menguat. Respons pemerintah China terhadap konflik dan protes pun bertambah keras.
Simak juga:
Puncaknya saat China memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru, yang dianggap melanggar hak warga sipil Hong Kong. Warga cemas kebebasan berbicara akan dibungkam dan status otonomi Hong Kong dihapus.
Inggris mengecam keputusan pemerintah China dan menawarkan kewarganegaraan pada tiga juta warga Hong Kong. Beijing menuduh Inggris melakukan 'campur tangan brutal' terhadap urusan dalam negeri mereka.
Tidak hanya itu, Inggris juga berencana menerapkan sanksi pada beberapa pejabat tinggi China terkait tudingan pelanggaran hak asasi manusia pada suku Uighur di Xinjiang, yang kemudian dibantah oleh Duta Besar China untuk Inggris Liu Xiaoming.
Lalu, bagaimana hubungan antara China dan Inggris di masa depan?


