You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Perputaran Rp3 miliar uang di pasar perbatasan Indonesia - Papua Nugini, geliat ekonomi di Skouw
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di Jayapura yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini menjadi lokasi yang vital bagi sektor ekonomi dan juga keamanan nasional.
Menurut data Bank Indonesia perwakilan Provinsi Papua pada 2018, setiap harinya terdapat perputaran uang senilai Rp3 miliar di Pasar Skouw.
Adapun, pasar yang terletak tidak jauh dari pos perbatasan itu, menjadi destinasi favorit para pelintas batas asal Papua Nugini untuk berbelanja kebutuhan pokok.
Salah satunya adalah Agusta Nera, yang tinggal di Wutung, sekitar satu kilometer dari Pasar Skouw. Jarak yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki itu membuat Agusta lebih senang berbelanja di perbatasan.
"Selain lebih dekat, harganya juga lebih murah dibandingkan jika kita harus berbelanja ke kota di Papua Nugini," katanya.
Simak juga:
Hal itu juga diamini Rasmi, salah satu pedagang di Pasar Skouw. Selama 10 tahun, Rasmi setiap hari pulang-pergi Abepura-Skouw untuk berjualan. "Alhamdulillah, di sini menguntungkan, saya bisa makan dan menyekolahkan anak," ujarnya.
Satu hal yang diharapkan Rasmi adalah pembangunan fasilitas pasar, terutama atap untuk bernaung jika hujan tiba.
Kini, harapan Rasmi terwujud. Pemerintah menggalakkan pembangunan di perbatasan guna menjadikan wilayah tersebut sebagai sentra ekonomi sekaligus bagian dari strategi keamanan negara. Fasilitas baru tersebut ditargetkan selesai pada 31 Agustus 2020 mendatang dan sebagian besar pedagang sudah pindah, kendati pasar masih tutup karena pandemi Covid-19.
Video produksi: Anindita Pradana dan Abraham Utama