Sejarah jalur kereta api Priangan (Bagian dua): Pabrik Cipetir, saksi bisu sejarah perkebunan era kolonial

Keterangan video, Pabrik Cipetir adalah bagian dari sejarah panjang jalur kereta api pada era Hindia Belanda

Peranan kereta api dalam sejarah perkebunan di Priangan amat krusial.

Sejumlah literatur mencatat jumlah perkebunan meningkat di Priangan setelah kereta api hadir sebagai moda transportasi tepat pada masa peralihan dari era Cultuurstelsel atau tanam paksa ke era Undang-Undang Agraria.

Salah satu yang menjadi saksi bisu sejarah itu adalah Pabrik Cipetir.

Sejak perkebunan gutta percha Cipetir muncul pada 1885 hingga setelah pabriknya mulai beroperasi pada 1921, kereta api memainkan peranan penting dalam mengantarkan produk pabrik ke pelabuhan di Batavia.

"Kereta api untuk mengangkut hasil dari pabrik kita ke Stasiun Cibadak dulu. Dari Stasiun Cibadak ke Tanjung Priuk di Batavia diangkut pakai kereta kargo," kata Budi Prayudi, salah seorang staf pabrik Cipetir.

Pada masa keemasannya, hasil produksi gutta percha dari Cipetir dikirim ke berbagai negara di dunia untuk digunakan sebagai bahan insulator kabel telegraf bawah laut.

Simak juga:

Sekarang kapasitas produksi pabrik Cipetir jauh berkurang karena penggunaan gutta percha untuk bahan industri sudah banyak digantikan oleh material yang lebih modern.

Video produksi:

Produser: Jerome Wirawan

Video jurnalis: Anindita Pradana dan Yetha

Narator: Rohmatin Bonasir