Rekam jejak seribu tahun ganja di Nusantara, dari bumbu masak, ritual, obat, hingga alat tukar

Keterangan video, Ganja sudah digunakan masyarakat Nusantara diperkirakan sejak abad ke-12

Ganja sudah digunakan untuk kepentingan ritual dan pengobatan sejak zaman kerajaan di Nusantara, sebelum negara Indonesia terbentuk.

Menurut Direktur Eksekutif Yayasan Sativa Nusantara Inang Winarso ganja pertama kali dibawa oleh pedagang dan pelaut Gujarat dari India ke Aceh sekitar abad ke-14.

Masyarakat Aceh, kata Inang, yang paling aktif memanfaatkan ganja dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Simak juga:

Dalam kitab Tajul Muluk, ganja dijadikan obat untuk penyakit kencing manis atau diabetes.

Ganja juga digunakan oleh masyarakat masyarakat Serambi Mekkah itu untuk bumbu penyedap rasa masakan dan menambah nafsu makan.

Tidak hanya di Aceh, catatan sejarah juga menyebut masyarakat Maluku sudah sejak ratusan tahun lalu memanfaatkan ganja sebagai bagian dari ritual, pengobatan dan alat tukar.

Namun UU Narkotika nomor 8 tahun 1976 mengkategorikan ganja sebagai narkotika golongan I. Sejak saat itu, pemberitaan di media massa tentang ganja berubah drastis, Dari yang mengambarkan manfaat pengobatan ganja menjadi penangkapan pengguna dan pengedar ganja di Indonesia.

Padahal kini, banyak negara di dunia yang sudah melegalkan ganja, bukan hanya untuk kepentingan medis, tapi juga rekreasi.

Video produksi: Raja Eben Lumbanrau, Silvano Hajid dan Anindita Pradana.