Korea Utara: Kisah sipir penjara yang kabur bersama tahanan perempuan
Seorang sipir penjara di Korea Utara melarikan diri bersama seorang tahanan perempuan. Itu adalah peristiwa yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
"Malam itu, dia membangunkan saya. Dia bilang kita harus pergi sekarang dan saya harus bergegas," kata Kim, seorang tahanan.
Orang yang membantu Kim melarikan diri adalah Jeon Gwang-jin, seorang sipir penjara.
Dia sudah mempersiapkan segalanya, dari memotong kabel listrik agar mereka tidak tertangkap kamera, rute pelarian, hingga perbekalan dan pakaian ganti.
Simak juga:
Namun, upaya kabur dari penjara di Korea Utara tidaklah semudah itu.
Mereka harus mengendap-endap melintasi kantor polisi, melompati pagar tinggi yang dipasang bel bersuara kencang, serta melintasi sungai Tumen yang dalam.
"Saya tidak bisa berenang, saya nyaris tenggelam. Saya pikir, saya akan mati saat itu," kata Kim.
Jeon pun punya pikiran serupa. "Saya pikir, sungainya tidak sedalam itu, tapi airnya sudah berada di atas kepala saya," ungkapnya.
Beruntung, kaki Jeon bisa menapak dasar sungai dan permukaan air surut. "Saat itulah saya bisa berpikir, saya selamat," papar Jeon.
Meski berhasil selamat keluar dari Korea Utara, keduanya kini menjadi buronan pemerintah. Jeong mengaku sudah siap jika pemerintah menangkap dan membunuhnya.
"Saya tidak takut jika mereka menangkap saya. Saya sudah siap mati. Saya tidak takut mati," kata Jeon.

