Mengungkap 'harta karun' Jakarta dari abad ke-17

Keterangan video, Mengungkap 'harta karun' Jakarta dari abad ke-17

Jakarta ternyata menyimpan 'harta karun' dari abad ke-17. Wartawan BBC Indonesia Silvano Hajid bersama arkeolog Candryan Attahiyyat menapaktilasi kisah sejarah di Kota Tua Jakarta.

Sayangnya, 'harta' peninggalan dari empat abad lalu itu dibiarkan terbengkalai tanpa ada yang mengurusnya.

Harta itu berupa Tembok Kota Batavia, yang pembangunannya memakan waktu puluhan tahun dan resmi berdiri pada 1650.

Simak juga:

Tembok ini, menurut Candryan, menjadi simbol bahwa Jakarta berasal dari sebuah kota kecil yang dikelilingi tembok setinggi 10 meter.

Pada waktu itu, kota di balik tembok diperuntukkan bagi kaum elite, warga Belanda, dan para mitra dagang. Penduduk Melayu dan khalayak dari berbagai pulau di Nusantara dilarang menginjakkan kaki, jika tidak ingin diberondong oleh para prajurit yang berjaga di sekeliling tembok.

Namun era berganti dan tembok yang menjadi saksi sejarah itu pun kini hancur, hanya menyisakan beberapa penggalan di beberapa tempat.

Di sisi lain, hancurnya Tembok Batavia itu bukan hanya melambangkan kemajuan ekonomi, tapi juga keberagaman.

Sayang, harta peninggalan itu tidak dimaknai sekaya kisah sejarahnya dulu. Alih-alih dijaga sebagai cagar budaya, tembok historis itu kini melapuk, terbelit akar pohon yang merangsek di antara celahnya, dan berselimut debu Jakarta.

Video produksi: Silvano Hajid dan Dwiki Marta.