Investigasi BBC ungkap pelacuran gadis-gadis muda berkedok kawin kontrak oleh sejumlah ulama di Irak
BBC melakukan investigasi selama 11 bulan untuk mengungkap praktik pelacuran gadis-gadis muda berkedok kawin kontrak yang dilakukan ulama Irak. Praktik ini bahkan secara luas dilakukan di dua tempat paling suci di Irak, yakni Khadimiya di Baghdad dan Karbala.
Kawin kontrak, yang disebut nikah mut'ah dalam hukum Syiah, adalah praktik keagamaan kontroversial yang digunakan untuk melangsungkan pernikahan sementara, di mana sang perempuan mendapatkan bayaran.
Kini, hal tersebut disalahgunakan agar laki-laki dan perempuan dapat melakukan hubungan seks selama jangka waktu tertentu.
Simak juga:
Tim BBC Arabic dan Inggris menemui para gadis dan perempuan yang pernah dieksploitasi secara seksual, sekaligus berbincang dengan para pria yang membayar para ulama untuk mencarikan mereka "pengantin kontrak". Tim BBC juga merekam pembicaraan dengan para ulama secara rahasia.
Tidak hanya itu, praktik tersebut juga menjadi legitimasi seks dengan anak di bawah umur. Syaratnya hanya satu: tidak boleh ada penetrasi. Apapun selain itu, boleh dilakukan.
Sheikh Salawi, ulama dari Karbala, ditanya oleh reporter investigatif kami - dan direkam menggunakan kamera rahasia - apakah anak perempuan berusia 12 tahun diperbolehkan kawin kontrak?
"Ya, di atas sembilan tahun - tak ada masalah sama sekali. Menurut Syariah tak ada masalah," ujarnya.
Di sisi lain, kawin kontrak dilarang oleh hukum negara Irak dan bahkan Ayatollah Sistani, tokoh Islam Syiah paling senior mengecam praktik tersebut dalam sebuah pernyataan resmi yang berbunyi: "Jika praktik-praktik ini terjadi seperti yang Anda sampaikan, maka kami mengutuknya tanpa syarat. Kawin kontrak tidak diizinkan untuk dijadikan alat memperdagangkan seks yang meremehkan martabat dan kemanusiaan perempuan."
