Suwarno, pemantau Gunung Anak Krakatau dengan mengandalkan 'mata'
Suwarno, petugas pos pengamatan Gunung Anak Krakatau di Kalianda, Lampung Selatan, hanya mengandalkan mata dan telinganya untuk mencatat erupsi sejak alat seismograf rusak.
Alat pemantau gunung rusak karena tersambar petir pada Mei lalu dan Suwarno yang bertugas di pos pengamatan di Kalianda, sekitar 40 kilometer dari Gunung Anak Krakatau mengandalkan pandangan mata, termasuk dengan teropong tua.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang ia laporkan berupa perkiraan ketinggian asap akibat erupsi, tanda-tanda fisik ketika awan panas meluncur ke lautan, arah angin yang mempengaruhi arah abu vulkanik, kepekatan asap karena erupsi, dan keadaan cuaca saat pengamatan berlangsung.
Dengan terbatasnya alat yang ada, Suwarno bekerja sekuat tenaga untuk tetap dapat melaporkan kondisi terbaru Gunung Anak Krakatau sebagai data tambahan untuk pos pemantauan utama yang ada di Carita, Banten.
Video produksi: Anindita Pradana


