Festival cacing laut di Lombok yang terinspirasi wafatnya putri raja

Ribuan orang datang ke Pantai Seger di Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk menangkap cacing laut - yang dianggap simbol kesejahteraan.

bau nyale, lombok, indonesia, festival

Sumber gambar, Rahmat Andi

Keterangan gambar, Festival Bau Nyale yang berarti "menangkap cacing laut" dalam bahasa tradisional Sasak, berlangsung tiap tahun pada bulan Februari. Kerumunan orang mulai berdatangan di sepanjang pesisir di Lombok tengah sebelum fajar. Dilengkapi dengan peralatan tradisional, mereka mencari cacing laut yang 'datang' di pinggir pantai.
bau nyale, lombok, indonesia, festival

Sumber gambar, Rahmat Andi

Keterangan gambar, Banyak orang lokal yang percaya bahwa cacing laut adalah reinkarnasi seorang putri raja yang bunuh diri di laut. Legenda mengatakan bahwa Putri Mandalika sangat cantik sehingga banyak pangeran dari berbagai daerah ingin menikahinya.
bau nyale, lombok, indonesia, festival

Sumber gambar, Rahmat Andi

Keterangan gambar, Raja lalu meminta mereka bertarung untuk mendapatkan sang putri. "Supaya tidak menjadi bagian dari pertumpahan darah, dia memutuskan untuk lari ke laut dan bunuh diri," kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Fauzal.
bau nyale, lombok, indonesia, festival

Sumber gambar, Rahmat Andi

Keterangan gambar, Ritual ini telah dilakukan berabad-abad lalu, tetapi baru menjadi acara pariwisata yang terorganisir selama 15 tahun terakhir. "Festival ini menarik puluhan ribu pengunjung tiap tahun," Fauzan kepada BBC.
bau nyale, lombok, indonesia, festival

Sumber gambar, Rahmat Andi

Keterangan gambar, Setelah menangkap cacing, orang lokal akan memasak dan memakannya. Mereka percaya cacing laut adalah simbol kesejahteraan dan kesuburan.
bau nyale, lombok, indonesia, festival

Sumber gambar, Rahmat Andi

Keterangan gambar, Cacing ini punya berbagai warna - ada hijau, kekuningan, dan cokelat - serta terlihat berkilau di bawah cahaya.
bau nyale, lombok, indonesia, festival

Sumber gambar, Rahmat Andi

Keterangan gambar, Komunitas adat Sasak merayakan festival ini tiap bulan Februari menurut kalender tradisional mereka. Sebelum acara puncak, mereka mengadakan berbagai acara pembuka seperti arak-arakan dan kompetisi tradisional.
bau nyale, lombok, indonesia, festival

Sumber gambar, Rahmat Andi

Keterangan gambar, "Kegiatan ini menjadi pesta kami orang sini, setiap tahun dirayakan untuk Putri Mandalika, kami senang banyak warga yang datang ke sini, menangkap nyale," kata warga lokal Inaq Senah.