Korban perdagangan manusia, Ima Matul angkat kisahnya di AS

Ima Matul, korban perdagangan manusia dari desa miskin Indonesia, mengangkat penderitaan tiga tahun yang dia alami, kondisi yang serupa dengan perbudakan modern, dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat, di Wells Fargo Center, Philadelphia, Pennsylvania. Amerika Serikat.

"Saya dibesarkan di desa miskin di Indonesia. Pada saat berusia 17 tahun saya dijanjikan bekerja di Indonesia sebagai pengasuh anak. Namun selama tiga tahun saya dijadikan pembantu rumah tangga dan disiksa," kata Ima mulai kisahnya di Konvensi Partai Demokrat, DNC, yang menetapkan Hillary Clinton sebagai calon presiden dari partai itu.

Ima dalam pidatonya memuji Hillary yang ia sebutkan terus berjuang dalam menangani perbudakan modern.