Korut bantah meretas sistem komputer Sony

the interview

Sumber gambar, Sony Pictures

Keterangan gambar, Korea Utara marah karena film ini menggambarkan tentang pemimpin mereka Kim Jong-Un.

Korea Utara telah membantah meretas sistem komputer Sony Pictures sebagai balasan atas produksi sebuah film yang menggambarkan tentang pemimpin negara itu, dan memuji aksi peretasan sebagai 'perbuatan yang benar'.

<link type="page"><caption> Serangan ini melumpuhkan sistem komputer Sony</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/12/141201_film_sony_diretas.shtml" platform="highweb"/></link> serta membocorkan film-film yang akan dirilis Sony dan data pribadi para pegawainya di internet.

Korea Utara mengatakan mungkin 'pendukung dan simpatisannya' yang melakukan peretasan itu tetapi mereka sendiri tidaklah terlibat.

Mereka menggambarkan film yang berjudul The Interview sebagai "tindakan terorisme".

the interview

Sumber gambar, Sony Pictures

Keterangan gambar, James Franco dan Seth Rogen berperan sebagai dua orang wartawan yang dipekerjakan CIA untuk membunuh Kim Jong-Un.

Film komedi yangd diproduksi Sony Pictures menampilkan James Franco dan Seth Rogen sebagai dua orang wartawan yang mendapatkan kesempatan untuk beraudiensi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un.

Lalu badan intelijen Amerika Serikat CIA mempekerjakan kedua wartawan itu untuk membunuh Kim Jong-Un. Film ini direncanakan diedarkan sekitar periode Natal.

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh kantor berita negara Korea Utara, KCNA, mengutip ucapan seorang pejabat tinggi militer negara itu yang mengatakan pernyataan bahwa Pyongyang menjadi dalang peretasan itu 'hanyalah kabar burung'.

Namun artikel itu memperingatkan AS bahwa 'ada banyak pendukung dan simpatisan' Korea Utara 'di seluruh dunia' yang mungkin melakukan serangan tersebut.