Inggris cegah mutilasi kelamin perempuan

Perempuan

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pemindahan alat kelamin eksternal perempuan ilegal di Inggris

Pemerintah Inggris akan memberikan pelatihan tambahan kepada guru, dokter dan pekerja sosial untuk membantu upaya pencegahan mutilasi kelamin anak-anak perempuan atau sering juga disebut sebagai female genital mutilation (FGM).

Ini adalah salah satu kebijakan yang diluncurkan pekan ini oleh Wakil Perdana Menteri Nick Clegg pada pertemuan di London.

Kebijakan ini akan menjadi panduan baru dan bagian dari pelatihan wajib dalam sektor organisasi publik.

Pemahaman tentang FGM sudah diberikan untuk banyak staf tetapi badan-badan profesional menyerukan pendekatan yang berbeda.

Pemindahan sebagian atau seluruh alat kelamin eksternal perempuan ilegal di Inggris, tapi praktek tersebut terjadi di beberapa bagian Afrika, Timur Tengah <link type="page"><caption> dan Asia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2012/11/121126_sunat_perempuan.shtml" platform="highweb"/></link>.

Clegg akan mengatakan pada pertemuan perempuan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan Dana Anak-Anak PBB (Unicef): "Tanpa pengetahuan yang benar, keterampilan dan pengalaman, orang merasa seperti mereka tidak memiliki pemahaman budaya dan wewenang untuk bahkan berbicara tentang hal ini secara jujur, apalagi mengintervensi ketika mereka khawatir seseorang rentan. "

Dia akan berkata: "Mutilasi genital adalah salah satu cara tertua dan paling ekstrem dimana masyarakat berusaha untuk mengendalikan kehidupan dan tubuh perempuan dan anak perempuan.

"Kami saat ini gagal membantu ribuan gadis ... penting untuk mengatasi masalah ini adalah adanya dokter, perawat, guru dan para profesional hukum yang perlu diberi pembekalan untuk mengidentifikasi dan mendukung perempuan dan anak perempuan yang berisiko.

Mutilasi kelamin perempuan

•"Pemindahan sebagian atau seluruh alat kelamin eksternal perempuan atau cedera lain pada organ kelamin perempuan untuk alasan non-medis" • Dilakukan di 29 negara Afrika dan beberapa negara di Asia dan Timur Tengah • Diperkirakan 3.000.000 anak perempuan dan wanita di seluruh dunia berisiko mengalami mutilasi kelamin setiap tahun • Sekitar 125 juta korban diperkirakan hidup dengan konsekuensi dari mutilasi kelamin perempuan • Umumnya dilakukan pada gadis-gadis muda, seringkali berusia antara bayi dan usia 15 tahun • Sering dimotivasi oleh keyakinan tentang apa yang dianggap perilaku seksual yang tepat, untuk mempersiapkan seorang gadis atau wanita untuk masa dewasa dan pernikahan dan untuk memastikan "feminitas murni" • Bahaya meliputi pendarahan parah, masalah buang air kecil, infeksi, infertilitas dan peningkatan risiko kematian bayi saat melahirkan • Pada Desember 2012, Majelis Umum PBB menyetujui resolusi untuk melarang mutilasi kelamin perempuan di semua negara anggota

Sumber: Badan Kesehatan Dunia