Pimpinan sekolah Islam di Inggris mundur

Ketua Dewan Gubernur sebuah sekolah Islam di Inggris, yang dikritik otorita pendidikan Inggris, mengumumkan pengunduran dirinya.
Badan inspektorat <link type="page"><caption> pendidikan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/pendidikan/" platform="highweb"/></link> Inggris, Ofsted, sebelumnya menyimpulkan sekolah Al-Madinah 'tidak berfungi dengan baik' dan memasukkannya dalam kategori 'tidak cukup' untuk semua katergori.
Pemeriksan atas sekolah di Derby, <link type="page"><caption> Inggris</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/inggris_raya/" platform="highweb"/></link> tengah, itu dilakukan setelah ada kekhawatiran atas standar pengajaran di sekolah tersebut.
Shazua Parveen mengatakan akan mengundurkan diri pada masa akhir transisi dan mengakui kelemahan-kelemahan yang diidentifikasi oleh Ofsted.
"Masa depan dari anak-anak dimulai saat ini," tuturnya dalam pernyataannya.
Pernyataan Ofsted yang diterbitkan 17 Okttober menyebutkan Al-Madinah membutuhkan langkah-langkah khusus dan para guru tidak berpengalaman dan tidak mendapat latihan yang tepat.
Yayasan Pendidikan Al-Madinah mengatakan menerima isi laporan tersebut dan akan menggunakannya untuk melangkah maju.
Al-Madinah sempat ditutup sementara dengan alasan 'keselamatan dan kesehatan' <link type="page"><caption> namun dibuka kembali pada Senin 7 Oktober</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/10/131006_pendidikan.shtml" platform="highweb"/></link>.
Sekolah gratis ini menjalani pemeriksaan Ofsted karena dugaan aturan keras Islam, antara lain dilaporkan menerapkan <link type="page"><caption> pemisahan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/09/130924_pendidikan_jilbab.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> siswa laki-laki dan perempuan.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/09/130924_pendidikan_jilbab.shtml" platform="highweb"/></link>









