Hukuman mati untuk pembanting balita

han lei
Keterangan gambar, Han Lei mengaku dalam keadaan mabuk saat membanting.

Sebuah pengadilan di Cina menjatuhkan hukuman mati bagi seorang lelaki yang membunuh balita di Beijing setelah memperebutkan lahan parkir.

Han Lei, 39, menarik bayi perempuan berusia dua tahun dari kereta bayi dan kemudian membantingnya ke tanah setelah sang ibu menolak memberinya ruang untuk parkir mobil pada Juli silam.

Han juga dilaporkan memukul ibu balita saat pertengkaran berlangsung di distrik Daxing, Beijing.

Dia sempat melarikan diri dari lokasi tapi berhasil ditangkap. Balita perempuan itu kemudian meninggal akibat luka-luka yang diderita.

Han Lei berdalih pembunuhan tersebut tidak terencana, karena dia tengah mabuk dan mengira kereta bayi itu adalah kereta belanja.

"Saya tidak tahu ada seorang balita di dalamnya," katanya.

Kasus ini menimbulkan <link type="page"><caption> kemarahan di Cina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130819_majalahlain_cina.shtml" platform="highweb"/></link>, dengan banyak warga yang mengungkapkan kemarahan mereka di media online.

Sidang kemudian dimulai pada 16 September lalu di Pengadilan Menengah Beijing.

Jaksa menuntut hukuman mati bagi Han, yang diketahui baru bebas dari penjara kurang dari setahun dalam kasus kriminalitas, demikian laporan kantor berita Xinhua.

Lelaki lainnya, Li Ming, yang menjadi pengemudi saat Han kabur dari lokasi juga menghadapi dakwaan serupa.