Coca Cola siarkan iklan obesitas

Coca Cola
Keterangan gambar, Konsumsi minuman soda di AS dilaporkan menurun sejak 1998 lalu.

Produsen minuman soda Coca-Cola luncurkan iklan baru yang memuat tentang masalah obesitas untuk pertama kalinya di televisi.

Iklan komersil yang berdurasi dua menit itu menekankan tentang catatan perusahaan dalam membuat minuman berkalori rendah dan mengingatkan penonton tentang makanan yang mengandung kalori.

Iklan, yang disiarkan di jaringan televisi kabel pada Senin (14/1) itu, dibuat menyusul tekanan terhadap industri minuman ringan.

Kota New York berencana untuk melarang minuman berkadar gula tinggi di restoran, bioskop dan stadion.

Coca-Cola mengatakan pembuatan video iklan ini bukan merupakan reaksi dari kritik terhadap industri minuman ringan, tetapi adalah upaya untuk meningkatkan kepedulian.

Ini bukan pertama kalinya perusahaan yang berbasis di Atlanta itu menggunakan iklan untuk menyampaikan suatu masalah, tetapi iklan yang berisi tentang pesan mengenai isu obesitas atau kegemukan merupakan yang pertama kali disiarkan di televisi.

"Kontrol kerusakan"

"Masalah obesitas penting dan banyak dibicarakan, dan kami ingin menjadi bagian dari pembicaraan tersebut," kata Stuart Kronauge, general manajer minuman Coca-COla di Amerika Utara, kepada Associated Press.

Dalam iklan itu, seorang narator perempuan mengatakan Coca-Cola menawarkan ukuran porsi yang lebih kecil, untuk membuat rasa lebih enak, pemanis rendah kalori dan secara sukarela membuat minuman berkalori rendah dapat dikonsumsi di sekolah.

Video iklan itu juga menyebutkan :" Seluruh kalori dihitung, tak soal dari mana asalnya."

Iklan itu juga menyatakan:" Jika anda makan dan minum lebih banyak kalori daripada yang anda bakar, berat badan anda akan bertambah."

IKlan lain, yang akan disiarkan pekan ini, menampilkan aktivitas untuk membakar 140 kalori dalam sebuah kaleng Coke.

Tayangan iklan itu mendapatkan tanggapan dari Mike Jacobson, seorang direktur eksekutif Pusat Sains di Public Interest. Dia mengatakan jika perusahaan itu serius untuk mengatasi masalah kegemukan maka akan berhenti memperjuangkan masalah pajak terhadap minuman produksinya.

"Mereka mencoba untuk melucuti senjata masyarakat."

Beverage Digest melaporkan bahwa konsumsi minuman ringan di AS turun sejak 1998 lalu.